Skip to main content

Hari Anak Nasional: Tanamkan Spiritual Dan Moral Bukan Kurang Ajar

Hari Anak Nasional: Tanamkan Spiritual Dan Moral Bukan Kurang Ajar - Banyak yang mengatakan bahwa anak-anak Indonesia lebih baik dari anak-anak negara lain karena anak-anak di Indonesia dinilai lebih bahagia jika dibandingkan dengan negara lain. Benarkah seperti itu? Jika kenyataannya memang benar seperti itu, kita patut bersyukur namun ketika melihat anak-anak dengan perilaku yang tidak pantas dilakukan, apakah itu termasuk bagian dari kebahagian seorang anak?

Hari Anak Nasional: Tanamkan Spiritual Dan Moral Bukan Kurang Ajar
Kebahagian dan kegembiraan anak bukanlah terletak pada mahalnya gadget yang mereka miliki atau selalu terpenuhinya kebutuhan mereka. Perhatian kepada mereka bukan memberikan apa yang mereka butuhkan tapi hal terbaik yang mereka butuhkan adalah perhatian dari orang tua dan orang-orang terdekat serta lingkungan sekitar.

Kalau kebutuhan materi, saat ini banyak sekali anak-anak yang sudah mendapatkannya, namun kebutuhan akan spiritual dan moral sudah dikesampingkan oleh kebanyakan orang tua. Mereka hanya mementingkan kebahagian anak dengan cara-cara yang kurang baik. Sedangkan akhlak, sopan santun, mengenal agama, beribadah dan peduli pada lingkungan seakan-akan ditutupi sendiri oleh orang tua mereka.

Orang tua hanya menginginkan anak menjadi anak yang berprestasi disegala hal namun melupakan spiritual dan moral anak. Boleh-boleh saja orang tua mengendepankan prestasi anak namun jika tidak dibarengi dengan pendidikan moral maka anak akan menjadi anak yang sombong, angkuh, egois, dan hanya memperhatikan dirinya sendiri tanpa peduli pada orang lain dengan lingkungan.

Begitu juga dengan anak-anak yang memiliki nilai prestasi yang kurang memuaskan, sebagai orang tua jangan hanya menuntut anak untuk melakukan apa yang tidak bisa mereka lakukan. Keterbatasan kemampuan anak bukan berarti mereka tidak bisa dibidang yang orang tua inginkan tapi pasti ada kemampuan lain yang tertanam didalam anak. Biarkan anak mengeluarkan kemampuannya sendiri dan orang tua hanya perlu membimbingnya menjadi yang lebih baik.

Jika orang tua memaksa anak untuk melakukan semua keinginan orang tua maka dari segi spiritual dan moral, anak akan mengalami gangguan perilaku. Anak mudah tersinggung, memiliki watak yang keras, dan bahkan mungkin bisa membenci diri sendiri, orang lain dan lingkungan.

Jadi, 35 tahun hari anak nasional 23 Juli 1984 ini seharusnya orang tua bahkan pemerintah membuat program khusus yang menitikberatkan pada peningkatan pola perilaku yang baik pada anak dengan menjaga akhlak dan moral mereka. Kalau masalah pendidikan, belajar atau prestasi, bermain, kesehatan dan kebutuhan lainnya. Orang tua dan pemerintah pasti selalu menggalakkan namun akhlak dan moral anak terkadang luput dari pengawasan.
Newest Post
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar