Skip to main content

Bahaya Stunting pada Anak dan Pencegahan Stunting

Bahaya Stunting pada Anak dan Pencegahan Stunting - Seperti yang telah kami sampaikan pada artikel sebelumnya, stunting adalah gangguan pertumbuhan kronis yang terjadi pada anak yang disebabkan karena kekurangan nutrisi dalam jangka waktu yang lama. Kenapa terjadi stunting pada anak? Banyak faktor yang menyebabkan anak kekurangan nutrisi, salah satunya adalah karena faktor ekonomi dan faktor daerah.

Baca Juga: Apa itu Stunting?

Meski faktor ekonomi suatu keluarga menjadi penyebab terbesar namun peran aktif pemerintah juga harus menjadi salah satu penunjang yang mampu memberikan kebutuhan dasar bagi setiap keluarga yang berada dibawah garis kemiskinan. Apalagi saat ini Indonesia termasuk salah satu negara yang memiliki predikat sebagai negara dengan status gizi buruk yang ditetapkan oleh WHO.

Bahaya Stunting pada Anak dan Pencegahan Stunting
Untuk itu, pemerintah harus memberikan sumbangsihnya bagi kesehatan anak-anak Indonesia, bukan hanya membangun infrastruktur yang meluas namun di beberapa banyak daerah, anak-anak kekurangan gizi masih menjadi masalah nasional. Setidaknya keseimbangan pembangunan infrastruktur diselaraskan dengan kesehatan nasional.

Bahaya Stunting pada Anak dan Pencegahan Stunting

Stunting terjadi pada anak usia 1 - 3 tahun, dan jika anak mengalami stunting maka ada perubahan fisik pada anak yaitu anak mengalami pertumbuhan tinggi dan berat badan yang tidak seimbang dengan usianya. Tidak hanya berat dan tinggi badan, pertumbuhan motorik seperti berjalan juga mengalami gangguan atau pertumbuhan yang lambat atau kurang optimal.

Untuk itu, dengan melihat pertumbuhan anak, orang tua sebenarnya sangat mudah memahami apakah anaknya terkena stunting atau tidak. Jika sudah mengalami gejala seperti pertumbuhan badan yang lambat, orang tua harus segera melakukan pemeriksaan secara rutin.

Sebenarnya tidak hanya pertumbuhan badan yang terganggu, stunting juga berpengaruh pada kemampuan belajar anak. Anak lebih sulit dalam belajar, kurang konsentrasi, atau tidak fokus. Selain itu stunting juga mempengaruhi kesehatan anak dan rentan terhadap penyakit seperti jantung. Untuk itulah, menjaga kebutuhan nutrisi anak sangat penting daripada memenuhi kebutuhan mereka yang lain seperti gadget yang saat ini sudah menjadi bagian dari anak.

Jangan sampai anak kecanduan gadget dan mengabaikan kebutuhan nutrisi mereka. Jangan terlalu menuruti kemauan anak untuk bermain gadget, alihkan perhatian mereka kepermainan yang lainnya yang lebih bermanfaat dalam menumbuhkan pola pikir dan tumbuh kembang mereka yang lebih baik.

Baca Juga Efek Samping Gadget (Ponsel) Bagi Anak-Anak Jika Terlalu Sering Menggunakan

Penyebab Stunting
Apa saja penyebab stunting pada anak? Stunting secara umum memang mudah terlihat ketika anak sudah balita, namun faktor penyebab anak mengalami stunting bisa berasal dari saat masih didalam kandungan karena pola makan ibu yang tidak teratur atau tidak seimbang akan gizi makanan yang di makan. Berikut beberapa penyebab stunting pada anak:

1. Nutrisi Ibu
Ibu hamil yang kekurangan gizi seperti protein, zat besi, kalsium, omega-3 dan asam folat akan melahirkan anak dengan kondisi kurang gizi sehingga pertumbuhan anak akan terganggu.

2. ASI Ekslusif
Jika ibu hamil sudah kekurangan gizi maka akan berpengaruh pada kandungan ASI sehingga anak yang baru lahir tidak mendapatkan ASI Eksklusif dalam jumlah yang cukup.

3. MPASI (Makanan Pendamping ASI)
Ketika anak berusia diatas 6 tahun, mereka sudah bisa diberi makan sebagai pendamping ASI yang sesuai dengan anjuran tenaga kesehatan. MPASI yang mereka dapatkan harus memiliki kandungan gizi yang baik agar pertumbuhan anak tetap terjaga.

4. Cara Pemberian Makan
Pada usia dini, anak sangat membutuhkan nutrisi dan gizi yang seimbang dari asupan makanan yang mereka konsumsi. Makanan yang baik adalah makanan yang memiliki kandungan gizi yang seimbang bukan makan-makanan yang berasal dari snack atau makanan ringan lainnya, begitu juga pemberian mie pada anak, sangat tidak dianjurkan.

Begitu juga dengan waktu pemberian makan pada anak, orang tua mengatur dan mengetahui waktu makan anak. Jangan menunggu anak menangis untuk diberi makan. Dan jangan biarkan anak terlalu sering bermain sehingga melupakan jam waktu makan.

5. Kebersihan Lingkungan
Anak sangat rentang dengan penyakit yang disebabkan oleh bakteri atau kuman yang nempel pada tumbuh mereka khusus pada jari-jari dan tangan mereka. Lingkungan yang buruk akan berdampak pada pertumbuhan anak. Lingkungan yang buruk tidak hanya berasal dari luar rumah tapi dari dalam rumah.

Pencegahan Stunting pada Anak
Untuk mencegah anak stunting faktor utama yang mampu melakukannya adalah orang tua, khususnya ibu. Ibu harus menjaga pola makan dan memenuhi kebutuhan gizi dengan baik untuk dirinya dan untuk anak, baik itu pada saat kehamilan atau setelah melahirkan. Dan selalu menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar.

Itulah sedikit ulasan tentang bahaya stunting pada anak dan pencegahan stunting yang bisa dilakukan dengan sangat mudah. Karena semuanya berawal dari kita sebagai orang tua dan lingkungan. Semoga bermanfaat.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar