Anak Korban Gempa Palu Jadi Rebutan Warga Untuk Diadopsi | Tips Anak Cerdas & Sehat
Anak Korban Gempa Palu Jadi Rebutan Warga Untuk Diadopsi

Anak Korban Gempa Palu Jadi Rebutan Warga Untuk Diadopsi

Anak Korban Gempa Palu Jadi Rebutan Warga Untuk Diadopsi - Saat ini banyak sekali kabar berita tentang Gempa di Palu dan bahkan banyak yang memanfaatkan keadaan tersebut menjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti adanya penipuan yang mengatasnamakan Gempa di Palu. Salah satu berita yang saat ini beredar adalah menjadikan anak-anak korban Gempa di Palu sebagai salah satu objek yang dimanfaatkan untuk mencari untung yaitu dengan adanya berita siap adopsi terhadap anak-anak korban Gempa.

Anak Korban Gempa Palu Jadi Rebutan Warga Untuk Diadopsi
Berita mengenai anak korban gempa di Palu ini kami dapatkan dari Tribunnews, bahwasannya berita adopsi anak tersebut adalah hoaks. Anak-anak korban gempa di Sulawesi Tengah (Sulteng) kini menjadi rebutan masyarakat untuk mengadopsinya. Banyak yang berdatangan ketempat penampungan anak-anak korban gempa di Sulteng yang saat ini belum tersua dimana keberadaan orangtuanya. Kedatangan mereka selain memberikan bantuan, sebagian daripada warga tersebut juga berebut ingin mengadopsi anak-anak tersebut. Apaladi setelah beredar informasi hoax jika anak korban gempa di Palu bisa atau boleh diadopsi.

Anak Korban Gempa Palu Jadi Rebutan Warga Untuk Diadopsi

Informasi tersebut berlayar luas dalam broadcast memo singkat bahwa 84 anak korban bencana Sulawesi yang ditampung pada Yayasan Akar Panrita Mamminasata dan RSUD Daya Makassar, siap diadopsi. Hal itu membuat warga berdatangan serta berebut ingin mengadopsi anak-anak tersebut.

Tak sediikit warga yang termakan hoax urusan kabar adopsi itu, tersedia sekitar 500-an warga metropolis Makassar yang sengaja visibel ingin mengadopsi 84 keturunan korban bencana gempa dan tsunami di Palu setelah menerima informasi hoax tersebut. Masyarakat sekitar dan dari luar daerah berbondong-bondong datang ke yayasan tempat para anak-anak itu ditampung yakni di Yayasan Akar Panrita Mamminasata, Jl Bukit Baruga, Antang, Kota Makassar.

Seperti yang diutarakan Kepala Sekolah Yayasan Pokok Panrita Mamminasata, Fitriana Basira "Sejak kemarin hingga saat ini, sudah ada sekitar 500-an warga di Metropolis Makassar ingin mengadopsi korban bencana yang kami tampung disini. Tersedia yang menelpon akan mengadopsi, ada pula yang datang segera ke sini mau mengangkat anak. Rata-rata ibu-ibu yang berminat mengadopsi anak korban bencana Sulteng,"

Basira dengan ulet membantah bahwa anak korban gempa di Palu yang kini di bawah tanggungannya siap diadopsi. Bahkan, faksi yayasan sekolah TK dan SD ini pun sudah menyebarkan poster bertuliskan "Informasi Adopsi Hoaks Semata".

Menurutnya, anak korban gempa yang ditampung dalam sekolahnya semuanya mempunyai keluarga. Meski ada anak yang terpisah dengan kedua orang-orang tuanya saat bencana guncangan bumi dan tsunami pada Sulteng, tapi mereka berlabuh bersama dengan keluarganya. Basira menambahkan "Ke-84 anak korban bencana di Sulteng ini semuanya menyimpan keluarga. Mereka ada yang terpisah dengan kedua orang tuanya, tapi mereka visibel ke sini dengan keluarganya yakni tante dan pamannya".

Kendati demikian, ia belum mengetahui dengan pasti kondisi dan keadaan orangtua anak-anak tersebut apakah berhasil terlindung ataukah tidak saat bencana itu terjadi.

“Kami belum tahu pasti soal makbul selamatkah kedua pengampu anak-anak ini. Tapi kan status di sana, mereka dapat saja terpisah saat bencana terjadi. Termasuk juga saat hendak naik pesawat di sini, diutamakan anak-anak & korban luka. Nah, mampu saja mereka terpisah tatkala proses evakuasi. Jelas 84 anak ini ada keluarganya, entah tante atau pamannya, ” katanya.

Fitriana mengeja, antusiasme warga Kota Makassar terhadap korban bencana Sulteng sangat besar. Setiap tarikh dia mendapat kunjungan terlintas ribuan orang yang datang membesuk dan membawa sandaran. Menurutnya, "Kalau bantuan dari masyarakat Kota Makassar terlalu banyak, bisa lihat sendiri orang yang datang. Bahkan, kami sayang antrian mereka saat menengok. Mulai dari pagi hingga sentral malam, silih bergerak orang2 datang membesuk serta menuntun bantuan".

Fitriana mengaku belum dapat memastikan langkah selanjutnya yang bakal dilakukan yayasan tentang keturunan korban bencana Sulteng. Apalagi saat ini dirinya fokus menegakkan dan mencabut trauma di anak akan bencana yang sudah dialaminya. Fitriana menambahkan, "Jelas kami rawat lepas sambil menghilangkan traumanya. Kita juga langsung diikutkan pada proses belajar di sekolah ini. Jika ada kendati anak SMP atau SMA, kami akan carikan bersekolah. Kami juga tidak tau, apakah pengungsi ini hendak menetap di Kota Makassar atau kah akan balik ke Sulteng".

Sumber Berita Bangka Tribunnews

jadi kepada seluruh warga atau masyarakat Indonesia, jangan mudah terpengaruh dengan berita yang belum jelas informasi dan sumbernya. Dan kepada pemerintah daerah atau pusat, segera lakukan koordinasi yang baik agar anak-anak korban gempa di Palu ini mendapatkan perhatian yang lebih serius, lindungi mereka. Jangan biarkan masa depan mereka hancur.

Baca juga:

Buka Komentar
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan, hinaan dan SARA tidak akan ditampilkan atau menjadi tanggungjawab penulis komentar.
Blogger
Disqus
Diskusi yuks...

No comments