Vaksin MR (Measles Rubella), MUI: "Sangat Penting Dilakukan" | Tips Anak Cerdas & Sehat
Vaksin MR (Measles Rubella), MUI: "Sangat Penting Dilakukan"

Vaksin MR (Measles Rubella), MUI: "Sangat Penting Dilakukan"

Vaksin MR (Measles Rubella), MUI: "Sangat Penting Dilakukan" - Sudah saatnya kotroversi imunisasi measles rubella (MR) dihentikan dan dijauhkan dari pikiran kita sebagai orang tua. Karena imunisasi yang digalang oleh pemerintah ini bukan tanpa tujuan, program imunisasi vaksin MR ini sangat penting untuk anak-anak.

Sebagaimana pertemuan yang dilakukan oleh Asosiasi Profesor Indonesia (API), Dinkes Sulsel, MUI Sulsel, dan UNICEF yang membahas tentang vaksin MR ini yang saat ini masih menjadi pro kontra untuk penggunaannya, halal atau haram. Sedangkan MUI sendiri sampai saat ini masih belum memberikan label halal untuk vaksin measles rubella ini.

Vaksin MR Measles Rubella - Campak dan Rubela

Vaksin MR (Measles Rubella), MUI: "Sangat Penting Dilakukan"

Namun begitu dari hasil pertemuan yang dilakukan oleh beberapa pihak kemarin menghasilkan sebuah keputusan yang sangat baik dalam penggunaan vaksin MR ini. Seperti yang disampaikan Ketua MUI Sulsel, Anregutta Haji Sanusi Baco berpendapat bahwasannya kesehatan adalah sebuah nikamt. Jika seseorang sakit maka harus berobat.

Begitu pula untuk pencegahan, mencegah lebih baik dari mengobati. Sedangkan vaksinasi sendiri berfungsi untuk mencegah seseorang untuk sakit, yang bagi kalangan medis resikonya bisa sampai pada kecacatan hingga kematian.

Menurut Sanusi Baco, imunisasi MR penting dilakukan. "Setelah mendengar penjelasan panjang dokter tadi (kemarin, red) saya katakan itu penting".

Menurut Sanusi Baco, amanah di dunia ini ada 3 amanah yang wajib dilakukan oleh manusia yaitu; amanah manusia tehadap Tuhan, terhadap sesama, dan terhadap dirinya sendiri. Dan amanah yang ketiga inilah yang menyangkut kesehatan. Artinya, ketika manusia sakit maka wajib melakukan pengobatan, termasuk wajib menjaga agar tidak sakit.

Selain dari Ketuan MUI Sulawesi Selatan menyampaikan tentang pentinganya vaksin MR, Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Sulsel, Prof. Dasril Daud juga menegaskan bahwasannya vaksin merupakan upaya membentuk kekebalan tubuh untuk penyakit tertentu yang berbahaya. Begitu juga dengan MR (campak dan rubela) bisa menimbulkan kecacatan hingga kematian.

Jika seseorang atau seorang anak tidak memiliki kekebalan tubuh maka akan mudah terkena penyakit, bahkan untuk penyakit tertentu bisa menular ke orang lain. Begitu juga dengan vaksin MR yang tidak hanya untuk melindungi untuk diri sendiri, untuk anak-anak kita tapi juga untuk melindungi anak-anak yang lain.

Begitu juga yang disampaikan oleh Dokter Spesialis Tumbuh Kembang Anak, dr. Martira Maddeppungeng menyampaikan bahwasannya kasus campak di masyarakat Bugis-Makasar sudah tidak asing lagi karena hampir setiap hari kasus campak dan rubela di daerah ini sering muncul.

Sedangkan berdasarkan data WHO 2015, Indonesia merupakan salah satu negara yang menyumbang kasus campak dan rubela sebesar 4.705 % dan 56/1200 kasus meninggal karena penyakit MR ini.

Untuk itu, vaksin atau imunisasi MR ini sangat penting dilakukan agar tidak menjadi wabah nasional yang bisa membahayakan anak-anak kita, anak-anak Indonesia.

Halal Haram Vaksin MR Menurut Syariat
Banyaknya polemik yang masih ragu dengan penggunaan vaksin MR ini mendapat banyak perhatian dari berbagai kalangan termasuk Guru Besar Hukum dan Syariah Islam Universitas Hasanuddi (Unhas) Prof. Dr. M. Arifin Hamid, menyebutkan bahwasannya ada 4 kaidah dalam menilai sesuatu berdasarkan syariat yaitu Objek, Proses, Hasil dan Manfaat.

Bagaimana dengan vaksin MR?
Jika selama ini selalu mengedepankan perdebatan tanpa menghasilkan hasil apapun sedangkan masalah campak dan rubela semakin meningkat, apakah kita harus tetap percaya dengan segala mitos bahwasannya penyakit ini bisa disembuhkan dengan cara-cara lama, dengan cara-cara turun temurun sedangkan hasilnya belum ada bukti yang sahih malah semakin meningkatkan kematian pada anak-anak.

Dalam Islam, tidak ada hal haram dalam keadaan darurat. Keadaan darurat itu membolehkan sesuatu yang awalnya haram. Jika vaksin MR itu 100% mengandung babi dan dunia medis belum menemukan obat selain itu, padahal bahasa MR (campak dan rubela) sangat nyata dan mengancam maka vaksin MR boleh di pakai.

Atau contoh lainnya dalam dunia medis jika kita menggunakan syariat Islam yaitu sesorang dokter laki-laki tidak boleh memegang atau bersentuhan kulit dengan pasien perempuan, apalagi melakukan pemeriksaan khusus. Bukankah ada dokter perempuan yang bisa melakukan pemeriksaan?
Sama halnya dengan vaksin MR, dalam keadaan tertentu, seorang dokter perempuan jika tidak ada maka wajib hukumnya dokter pria melakukan pemeriksaan kepada pasien.

Jadi, jika sesuatu yang digunakan lebih bermanfaat dari hail yang didapatkan, maka kita bisa menggunakannya meskipun dalam keadaan tertentu cara ini tidak boleh dilakukan.

Begitu juga untuk anak-anak kita, tega kah kita membiarkan anak-anak kita sakit dan selalu mengobati dengan cara-cara yang selalu dilakukan secara tradisional? Kita bisa melakukan pengobatan dengan kepercayaan kita, namun jalani juga pengobatan secara modern. Dokter dan dunia medis Indonesia sudah sangat berkembang dengan sangat pesat, hal ini semata-mata mengikuti perkembangan penyakit yang ada di masyarakat. Termasuk penyakit campak dan rubela.

Kalau pengobatan tradisional tidak membuahkan hasil? Apakah kita membiarkan anak-anak kita menunggu untuk meninggal dunia?

Memang sampai saat ini MUI belum memberikan sertifikat halal pada vaksin MR namun dari segi manfaat dan pencegahan untuk penyakit, banyak pihak termasuk MUI Sulsel memperbolehkan penggunaan vaksin MR (Measles Rubella) atau vaksin campak dan rubela.

Koran Fajar
Tanggal: 15 Agustus 2018

Semoga artikel tentang Vaksin MR (Measles Rubella), MUI: "Sangat Penting Dilakukan" ini bisa membuka mata hati dan pikiran kita untuk selalu mendukung segala usaha dari pemerintah dalam menjaga kesehatan anak-anak kita. Semoga anak-anak kita selalu sehat dan ceria setia hari, Aamiin

Baca juga:

Buka Komentar
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan, hinaan dan SARA tidak akan ditampilkan atau menjadi tanggungjawab penulis komentar.
Blogger
Disqus
Diskusi yuks...

No comments