Perkembangan Psikologi Anak Usia Dini Masa Prasekolah | Tips Anak Cerdas & Sehat
Perkembangan Psikologi Anak Usia Dini Masa Prasekolah

Perkembangan Psikologi Anak Usia Dini Masa Prasekolah

Perkembangan Psikologi Anak Usia Dini Masa Prasekolah - Proses tumbuh kembang anak pada masa prasekolah adalah saat-saat yang istimewa karena banyak hal-hal yang kita dapatkan dari anak-anak kita. Namun peran penting kita sebagai orang tua sangat menentukan keberhasilan proses tumbuh kembang mereka termasuk perkembangan psikologi anak sejak usia dini.

Pada periode ini adalah masa yang tepat untuk meningkatkan perkembangan anak. Karena pada periode ini segala aspek yang ada pada anak mulai tumbuh dan berkembang dengan sangat baik. Jika orang tua dapat memperhatikan keadaan anak dan memberikan perhatian yang baik maka akan membuat tumbuh kembang anak semakin baik. Beberapa aspek yang mulai tumbuh pada masa prasekolah ini meliputi psikologis, motorik, kognitif, sosial, moral, bahasa dan agama.

Jadi inilah salah satu alasan penting, kenapa kita tidak boleh membentak anak pada usia 0 - 5 tahun karena pada periode ini proses perkembangan anak sangat penting untuk dijaga dan diperhatikan.

Perkembangan Psikologi Anak Usia Dini Masa PrasekolahFoto: parenting.firstcry.com
Salah satu contoh perkembangan anak yang tidak pernah kita sadari pada periode ini adalah berbicara. Ketika anak mulai belajar berbicara, seharusnya kita sebagai orang tua kita memberikan respon yang baik kepada anak. Semakin tanggap dengan perkembangan bicara anak maka anak akan dengan mudah meniru apa yang kita ucapkan. Pada periode ini tidak hanya proses bicara yang berkembang tapi sudah mencakup perkembangan bahasa anak.

Perkembangan Psikologi Anak Usia Dini Masa Prasekolah

Dalam proses perkembangannya, sejak dini anak membutuhkan orang tua, perkembangan yang terjadi pada anak butuh bimbingan dan perhatian penting karena hal ini mencakup masa depan anak. Bayangkan jika perkembangan anak dibiarkan tumbuh dengan sendirinya, maka anak akan mengalami berbagai masalah dalam kehidupannya kelak.

Memperhatikan tumbuh kembang anak yang sangat kompleks pada periode ini memang menjadi pekerjaan utama yang harus dilakukan oleh orang tua. Termasuk kebutuhan anak seperti kebutuhan makan, minum, toilet training, berpakaian dan sebagainya perlu diperhatikan agar anak bisa mandiri. Ingat, memberi perhatian khusus pada periode ini bukan menjadikan anak menjadi manja. Namun juga membangun perkembangan psikologis anak.

Untuk perkembangan psikologis anak, ada 3 tahap proses perkembangannya yaitu:

Trust vs Mistrust (usia 0 - 1 tahun)
Perkembangan psikologi anak pada usia ini adalah tentang pengembangan rasa percaya diri pada anak. Pada periode ini, anak masih sangat tergantung pada orang tua. Untuk itu, melalui perkembangan psikologinya, anak belajar mengamati dan mempercayai lingkungannya melalui pengalaman dari kebutuhan dasar yang dia dapatkan.

Rasa percaya (trust) pada anak tersebut akan timbul saat kebutuhan dasarnya telah dipenuhi oleh orang tuanya. Kebutuhan ini diterima oleh anak dalam bentuk perhatian, dipeluk, dan disentuh sehingga anak merasa nyaman dan aman. Respon ini juga membuat anak lebih mudah mengenali orang-orang didekatnya.

Sebaliknya, jika anak tidak mendapatkan perhatian, bahkan jarang diperhatikan maka akan timbul rasa tidak percaya (mistrust) pada anak sehingga anak muda menangis atau takut.

Contohnya realitasnya adalah: Jika anak Anda digendong oleh orang lain untuk pertama kalinya, dan jika anak Anda tersebut menangis maka sebenarnya yang terjadi adalah anak tidak merasa nyaman dengan sentuhan orang tersebut karena anak merasa ada perbedaan dari sentuhan tersebut.

Autonomy vs Shame and Doubt (usia 2 - 3 tahun)
Pada usia 1 tahuna, anak mulai mengembangkan rasa percaya dan tidak terhadap orang-orang disekitarnya, termasuk orang tuanya sendiri. Keadaan ini juga akan mempengaruhi perkembangan psikologi anak, perkembangan motorik dan kognitif.

Pada periode ini, anak-anak juga menjadi lebih aktif dan memiliki rasa ingin tahu yang besar. Untuk itu, ketika anak mulai belajar berjalan maka ia akan lebih memilih orang tuanya untuk memberikan perhatian dan perlindungan. Jika pada periode ini orang tua mampu memberikan perhatian yang baik, maka anak akan mulai belajar mandiri untuk melakukan sesuatu yang sama ketika dilakukan bersama orang tua atau orang lain yang dipercayainya.

Begitu juga sebaliknya, jika pada periode ini anak dibiarkan, dilarang dan tidak diperhatikan maka anak-anak akan ragu dalam melakukan apa yang menjadi keinginannya. Akibatnya, anak cenderung lebih takut, baik pada lingkungan ataupun pada orang lain.

Initiative vs Guilt (4 - 5 tahun)
Pada masa ini anak sudah mulai mengenal lingkungannya dan mulai belajar bersosial. Pada periode ini anak-anak sudah mulai masuk sekolah yaitu di playgroup atau TK. Jika sejak awal perkembangan anak selalu dijaga dan diperhatikan secara baik, jangan heran jika pada usia ini akan menjadi lebih aktif dan banyak bertanya. Hal ini dikarenakan banyak hal-hal baru yang didapatkan dari pengalamannya yang baru ini.

Jangan acuhkan anak Anda jika pada periode ini anak mulai cerewet dan banyak bertanya. Anak cerewet dan banyak bertanya menandakan kalau anak tersebut benar-benar menikmati pengalamannya yang baru. Oleh karena itu, pada fase ini orang tua harus lebih bijaksana dalam memberikan perhatian, dalam mendidik dan mendukung segala aktifitas anak-anak tanpa merasa dibatasi (initiative).

Jika anak dibatasi, jika pertanyaan-pertanyaan anak selalu diacuhkan maka anak akan mencari jawabannya sendiri diluar dan tanpa pantauan orang tua (guilt).

Jadi ketika proses tumbuh kembang anak ada yang salah maka yang menjadi faktor utama kesalahan tersebut adalah dari orang tua atau orang-orang disekitarnya, seperti pengasuh anak.

Untuk itu agar tahap perkembangan psikologi anak berlangsung optimal, maka orang tua atau pengasuh harus memahami karakteristik dan dunia anak sejak dini. Jadilah orang tua sekaligus sahabat bagi anak-anak kita agar anak lebih mudah mendapatkan kasih sayang dan perhatian dari kita sebagai orang tuanya.

Baca juga:

Buka Komentar
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan, hinaan dan SARA tidak akan ditampilkan atau menjadi tanggungjawab penulis komentar.
Blogger
Disqus
Diskusi yuks...

No comments