Kapan Anak Perlu Punya Kamar Tidur Sendiri? | Tips Anak Cerdas & Sehat
Kapan Anak Perlu Punya Kamar Tidur Sendiri?

Kapan Anak Perlu Punya Kamar Tidur Sendiri?

Kapan Anak Perlu Punya Kamar Tidur Sendiri? Menyediakan tidur buat anak bukanlah sesuatu hal yang mudah dilakukan, banyak faktor yang harus diperhatikan ketika orang tua menyediakan kamar tidur sendiri buat anak-anak. Ketika anak sudah mulai mengerti hal-hal baik dan buruk, sebagai orang tua pun mulai berpikir, "Apakah anak saya perlu punya kamar sendiri?". Tentu tidak mudah mengambil keputusan, apalagi jika dilihat dari beberapa faktor khususnya dari faktor anak itu sendiri.

Kapan Anak Perlu Punya Kamar Tidur Sendiri
Faktor dari anak tersebut adalah anak takut akan kesendirian atau anak takut berada didalam kamar tanpa didampingi oleh orang tua. Faktor ketakutan inilah yang menjadi salah satu faktor utama anak tidak mau tidur sendiri atau belum siap untuk tidur di kamarnya yang sebenarnya sudah dipersiapkan oleh orang tua.

Memang benar, salah satu tugas dan tanggungjawab orang tua untuk anak adalah menyediakan kamar untuk anak-anak sejak dini. Menyediakan kamar tidur untuk anak bukan sekedar melepas atau memberikan kebebasan untuk anak namun untuk mengajarkan anak agar bisa mandiri dan tidak tergantung kepada orang tua.

Kapan Anak Perlu Punya Kamar Tidur Sendiri?

Dari beberapa sumber yang kami dapatkan, untuk menyiapkan kamar tidur anak yaitu sejak usia 2 - 5 tahun dan ada yang menyatakan anak punya kamar tidur sejak dia sudah mengerti dan bisa melakukan hal-hal yang menjadi tanggungjawabnya dan juga berani untuk tidur sendirian di kamarnya.

Namun dari beberapa ketentuan tersebut, kami memberikan solusi terbaik kapan anak punya kamar tidur sendiri? Yaitu sejak usia dini, bahkan sejak anak dilahirkan sudah tidur di kamarnya sendiri. Kenapa sejak usia dini? Karena dengan cara seperti ini, ketika anak sudah berusia 1 tahun maka dia sudah mengenal dengan kamarnya sendiri. Dia sudah merasa memiliki kamar tersebut sejak dia mengetahui kalau semua kebutuhannya berasal dari kamar tersebut.

Mengenalkan kamar tidur sejak usia dini sangat baik untuk anak. Ketika sudah besar, orang tua sudah tidak perlu repot-repot menyuruh anak untuk tidur di kamarnya yang baru disiapkan. Jika kamar anak disiapkan pada usia 2 tahun lebih maka anak akan berpikir kala dia akan ditinggal oleh orang tuanya. Namun jika kamar tidak anak sudah disiapkan sejak dini, maka anak sudah menjadi terbiasa dengan kamar tersebut, sekalipun pada usia dini sampai usia 1 tahun anak masih ditemani tidur, namun paling tidak anak sudah tidur di kamarnya, bukan lagi tidur di kamar orang tua.

Selain memiliki tujuan untuk melatih kemandirian anak, dengan memiliki kamar tidur sendiri sejak usia dini, anak-anak akan lebih siap untuk memiliki tanggungjawab.

Bagaimana Jika Anak Tetap Tidak Mau Tidur Sendiri?
Inilah akibatnya jika kamar anak disiapkan pada usia anak sudah mengerti tentang sesuatu yang membuat mereka tidak nyaman, rasa takut dan ditinggal sendirian.

Berbeda dengan anak yang sudah memiliki kamar sejak usia dini, saat mereka tumbuh dan besar, maka ia akan mengerti kalau selama ini anak sudah tidur dikamarnya sendiri. Sekalipun pada saat itu anak masih ditemani oleh orang tua saat tidur namun paling tidak anak sudah mengetahui keadaan kamar tersebut dan menjadi sudah kebiasaan keluar masuk kamar tersebut.

Tidak hanya itu, selain sebagai tempat untuk istirahat, kamar juga bisa dijadikan sebagai tempat untuk bermain bagi anak-anak. Oleh karena itu, jika sejak usia dini akan sudah memiliki kamar maka dia akan merasa nyaman dengan kamarnya tersebut. Apalagi jika dilengkapi dengan beberapa permaina atau mainan kesukaannya.

Jadi bagaimana menurut Anda? Kapan anak perlu punya kamar tidur sendiri? Sejak usia dini atau saat anak berusia 2 tahun lebih? Semua keputusan ada ditangan Anda dalam memberikan yang terbaik buat anak-anak. Semoga bermanfaat.

Baca juga:

Buka Komentar
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan, hinaan dan SARA tidak akan ditampilkan atau menjadi tanggungjawab penulis komentar.
Blogger
Disqus
Diskusi yuks...

Tidak ada komentar