Tulis dan Enter

Terapi dan Latihan Untuk Anak Disleksia Agar Lancar Membaca

Terapi dan Latihan Untuk Anak Disleksia Agar Lancar Membaca

Terapi dan Latihan Untuk Anak Disleksia Agar Lancar Membaca - Sampai saat ini penyebab disleksia pada anak masih belum diketahui, namun beberapa terapi dan latihan untuk anak disleksia agar mampu membaca dengan baik dan lancar sudah banyak metode yang telah dilakukan sehingga hasilnya membuat anak tetap menjadi anak yang cerdas dan pintar. Disleksia pada anak sebenarnya bukan masalah kecerdasan dan kepintaran yang terganggu, akan tetapi ada masalah pada proses belajar yang dialami oleh anak. Akan tetapi mereka tentu berbeda dengan anak-anak yang seusia mereka, anak dengan disleksia bukanlah anak yang abnormal atau berkebutuhan khusus.

Seperti yang telah dibahas pada artikel sebelumnya, Gejala Disleksia, Penyebab dan Cara Mengobati Disleksia. Anak dengan disleksia bisa ditangani dengan beberapa terapi latihan khusus agar mereka bisa dengan mudah melakukan apa yang menjadi permasalahan mereka seperti membaca, menulis dan berhitung. Jika anak bunda mengalami disleksia, berikut beberapa terapi agar anak lancar membaca:

Terapi Integrasi Sensori
Dari beberapa sumber yang kami rangkum, disleksia terjadi karena adanya proses pada sensori atau penginderaan, jadi terapi integrasi sensori ini akan membantu dalam memperbaiki masalah sensori. Dalam strategi ini akan dijelaskan mengenai kesulitan-kesulitan yang dialami oleh anak saat belajar dan akan solusi dari setiap masalah yang dihadapi tersebut.

Misalnya: ketika anak merasa sensitif karena mendengarkan suara yang berbisik, solusinya adalah mengajarkan dia cara mengatasinya sesuai dengan kemampuan dirinya sendiri. Jika tidak mampu, beri contoh misalnya dengan menutup telinga. Cara untuk mengatasi masalah pada anak dengan disleksia harus mudah dilakukan oleh si anak agar kedepannya mereka akan lebih memahami untuk mengatasi masalah yang sama atau serupa.

Terapi Orthopaedagogy
Terapi ini dilakukan untuk memperbaiki kemampuan dasar belajar si anak. Dalam terapi ada 12 tahapan yang perlu dikembangkan oleh anak yang meliputi:
konsentrasi, ketelitian, kemandirian, respons instruksi, tempo kerja/belajar, percaya diri, respons pertanyaan, kooperatif, pemecahan masalah, komunikatif, daya memori, dan daya juang. Pada terapi ini bisa dilakukan dirumah atau bekerja sama dengan guru di sekolah.

Terapi dan Latihan Untuk Anak Disleksia Agar Lancar Membaca

Latihan Untuk Anak Disleksia
Ketika pertama kali anda melihat anak sulit membaca, jangan langsung beranggapan anak tidak bisa. Cobalah untuk belajar bersama dan mengajari mereka dengan baik. Jika dalam beberapa hari anak masih belum bisa membaca, maka kemungkinan dia mengalami disleksia. Anak dengan disleksia sebenarnya tidak ada masalah dengan kecerdasan mereka akan tetapi ada perbedaan cara kerja otak dalam mengolah informasi sehingga mereka mengalami kesulitan dalam belajar.

Salah satu masalah yang sering dialami pada anak disleksia adalah membaca. Oleh karena ini, dalam memberikan pembelajaran pada anak disleksia adalah berbeda dengan anak pada umumnya. Butuh kesabaran, kreatifitas dan modifikasi.

Berikut beberapa latihan untuk anak disleksia yang terbagi dalam 3 metode pembelajaran yang dilakukan pada-anak:
Metode Multisensori
Metode ini tak jarang mendayagunakan performa anak, yaitu visual (performa penglihatan), auditori (performa pendengaran), kinestetik (kesadaran pada gerak), dan taktil (sentuhan alias peraba). Berikut merupakan berbagai contoh latihan multisensori untuk melatih anak disleksia membaca:

Memakai Pasir alias Krim
Orangtua bisa memakai bantuan pasir alias krim cukur (whipping cream) untuk metode ini. Langkah pertama, tuangkan pasir alias sebarkan krim di suatu wadah, semacam nampan. Lalu minta si kecil untuk menuliskan kata "perahu" di atas pasir alias krim dengan memakai jari mereka. Sambil menulis, minta ia membaca setiap huruf yang ia buat, lalu sebutkan suku katanya, yaitu "pe", "ra", "hu", kemudian terbaru menyatakan kata "perahu" dengan jelas dan lantang.

Memakai Balok Huruf
Siapkan balok-balok huruf dan berbagi warna yang tak sama, umpama warna kuning untuk kelompok huruf nasib, dan warna merah untuk kelompok huruf konsonan. Minta anak untuk menyusun kata "perahu" dengan memakai balok-balok huruf tersebut sambil mengejanya. Kemudain minta ia untuk menyatakan kata utuhnya dengan jelas seusai ia berakhir menyusun kata.

Baca, Susun dan Tulis
Di atas selembar karton, buatlah tiga kolom, yaitu BACA, SUSUN, dan TULIS. Siapkan juga spidol dan balok warna-warni. Tuliskan kata yang ingin diajarkan terhadap anak di kolom BACA, lalu minta anak untuk memantau huruf-huruf pembentuk kata tersebut. Kemudian anak bisa menyusun kata tersebut di kolom SUSUN dengan memakai balok huruf warna-warni. Terbaru, minta ia menuliskan kata tersebut di kolom TULIS sambil membacanya dengan suara lantang.

Dinding Kosakata
Cetaklah kata-kata yang tak jarang digunakan dan terkesan di tempat umum, semacam "dari", "di", "ke", "dan", "saya" dalam ukuran besar dan berwarna-warni, kemudian tempel kata-kata tersebut di dinding kamar anak sesuai dengan urutan alfabetik. Anak dengan cara otomatis bakal tak jarang menonton dan mengingat kata-kata tersebut, jadi bisa membikinnya lebih lancar membaca.

Metode Fonik
Metode bunyi ini melatih performa auditori dan visual anak dengan tutorial menamai huruf sesuai dengan bunyinya. Umpama, huruf D dibunyikan de, huruf H dibunyikan dengan ha. Anak disleksia bisa berpikir kata "es krim" hanya terdiri dari "s" dan "krim".

Membedah Kata
Pertama, tentukan satu kata yang ingin diajarkan terhadap anak, umpama, "perahu". Tulis kata "perahu" di suatu papan, lalu orangtua bisa membacakan kata tersebut dengan suara yang jelas dan lantang. Kemudian minta anak untuk mengeja setiap huruf yang membentuk kata tersebut. Tanyakan huruf apa yang ia lihat di awal, tengah, dan akhir kata. Tanyakan juga huruf nasib apa saja yang ada pada kata tersebut. Dengan membedah kata tersebut, anak disleksia bisa menganalisis dan memproses kata dengan terinci.

Metode Linguistik
Metode ini mengajarkan anak untuk mengetahui kata dengan cara utuh. Tutorial ini sangat manjur supaya anak tak terbolak-balik mengetahuii kata-kata yang bermiripan. Metode linguistik mendorong anak untuk menyimpulkan sendiri pola hubungan antara huruf dan bunyinya.

Orangtua bisa memikirkan tutorial kreatif lainnya yang sesuai dan manjur untuk diterapkan terhadap anaknya yang mempunyai disleksia supaya si anak bisa lancar membaca. Apabila kalian mempunyai keluhan alias pertanyaan seputar tutorial mengajar anak, jangan ragu untuk menghubungi dokter melewati software Halodoc. Hubungi dan ceritakan keluhanmu terhadap dokter melewati metode Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Kalian juga bisa membeli vitamin dan produk kesehatan yang dibutuhkan di Halodoc dan pesananmu bakal diantar hanya dalam satu jam. Yuk, download Halodoc kini juga di App Store dan Google Play.

Itulah beberapa terapi dan latihan untuk anak disleksia agar anak lancar membaca dan belajar. Semoga dengan adanya artikel ini bisa membantu anda dalam menemani anak-anak anda. Terimakasih

Baca juga:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan, hinaan dan SARA tidak akan ditampilkan atau menjadi tanggungjawab penulis komentar.
Blogger
Disqus
Diskusi yuks...