Tulis dan Enter

Gejala Disleksia, Penyebab dan Cara Mengobati Tanpa Perlu Khawatir

Gejala Disleksia, Penyebab dan Cara Mengobati Tanpa Perlu Khawatir

Gejala Disleksia, Penyebab dan Cara Mengobati - Apa itu disleksia? Seperti apa gejala disleksia? Apa penyebab disleksia? Dan bagaimana cara mengobati disleksia? Tentulah itu pertanyaan-pertanyaan yang akan keluar di benak kita saat kita melihat atau mendapat anak-anak tiba-tiba mengalami susah membaca, susah menulis atau bahkan susah mengeja. Atau secara umu anak-anak mengalami gangguan proses belajar sehingga membuat kita sebagai orang tua merasa khawatir dan risau dengan keadaan anak-anak kita.

Pengertian Disleksia
Apa itu disleksia? Menurut beberapa sumber yang kami dapatkan, disleksia merupakan suatu gangguan proses belajar yang umumnya terjadi pada anak usia 7 tahun bahkan lebih bisa mencapai 12 tahun. Proses belajar yang dialami meliputi kesulitan dalam membaca, menulis bahkan mengeja. Apakah termasuk berhitung? Bisa iya dan bisa tidak. Karena ada beberapa masalah yang dialami oleh seorang anak dalam proses belajar namun tidak berhubungan dengan disleksia itu sendiri. Sehingga ada kecenderungan seorang anak yang mengalami disleksia terkadang masih bisa berhitung dengan baik.

Apakah disleksia merupakan salah satu faktor penurunan kecerdasan anak? Tentu saja tidak, disleksia tidak mempengaruhi dan tidak dipengaruhi oleh tingkat kecerdasan anak atau seseorang. Hanya proses perkembangan dalam belajar anak yang mengalami masalah yang disebabkan karena beberapa faktor. Jadi jangan salah persepsi dengan disleksia, jika mendapati anak pada usia 7 tahun masih belum bisa membaca dan menulis, bukan berarti anak tersebut tidak pintar atau tidak bisa. Ada masalah dalam mengidentifikasi cara mengucapkan kata atau kalimat atau menulis. Pernahkah anak anda menulis angka 4 terbalik? Menulis angka 3 terbalik? Seperti itulah proses dileksia terjadi, namun seperti yang telah disebutkan diatas, tidak semua yang dialami oleh seorang anak disebut disleksia.

Gejala Disleksia, Penyebab dan Cara Mengobati Tanpa Perlu Khawatir

Penyebab Disleksia
Disleksia umumnya terjadi pada seorang anak. Penyebab disleksia ini masih belum diketahui secara pasti. Namun beberapa faktor gen dan keturunan disebut-sebut sebagai salah satu penyebab terjadinya disleksia. Namun faktor keturunan bukan salah satu penyebab disleksia, pengaruh keluarga dan lingkungan juga berperan besar terjadinya disleksia. Misalnya; membiarkan anak tidak pernah mendapatkan pendidikan yang baik dari keluarga sejak kecil. Ingat, pendidikan dan pengetahuan awal yang diketahui oleh anak berasal dari orang tua dan keluarga. Selain itu beberapa faktor cara memberikan pendidikan atau pembelajaran kepada anak kecil yang salah juga menjadi pemicu terjadinya disleksia, seperti sering memarahi anak sejak kecil yang membuat anak tidak mau belajar. Jangan biarkan anak anda menjadi trauma terhadap anda sebagai orang tuanya.

Jadi, sampai saat ini penyebab disleksia belum diketahui secara pasti. Dan beberapa masalah yang telah disebutkan diatas, bisa menyebabkan terjadinya disleksia.

Gejala Disleksia
Gejala disleksia yang dialami oleh anak pada umumnya bervariasi. Gejala disleksia sulit dikenali pada anak yang belum memasuki usia sekolah. Sehingga pada usia dibawah 5 tahun jika anak masih belum bisa membaca atau menulis, jangan langsung memvonis anak menderita disleksia dan jangan memarahi anak ketika mereka tidak bisa menyelesaikan tugasnya. Bantu mereka dengan sabar dan kasih sayang.

Namun pada usia 5 tahun lebih, gejala awal yang bisa mencakup disleksia adalah komunikasi atau pengucapan yang keliru, menulis huruf yang terbalik, dan kesulitan dalam memahami suatu arah. Gejala dalam kesulitan pengucapan misalnya kata Paku dan Palu.

Mengenali Gejala Disleksia Pada Anak
Dalam beberapa kasus, meskipun gejala disleksia sulit dikenali namun ada beberapa sejumlah gejala yang perlu diwaspadai apakah anak-anak menderita dileksia atau tidak.

Disleksia Pada Bayi
  • Perkembangan bicara lebih lamban dibandingkan anak-anak seusianya.
  • Butuh waktu lama untuk belajar kata baru.
  • Sulit memilih kata atau kalimat yang tepat dalam menyusun kata dengan benar.
  • Kurang memahami kata-kata yang memiliki rima, contohnya "putri menari sendiri".
Disleksia Pada Anak
  • Kesulitan memproses dan memahami apa yang didengarnya.
  • Lamban dalam mempelajari nama dan bunyi abjad.
  • Sering salah atau terlalu pelan saat membaca.
  • Lamban saat menulis dan tulisan yang tidak rapi.
  • Kesulitan mengingat urutan, misalnya urutan abjad atau nama hari.
  • Cenderung tidak bisa menemukan persamaan atau perbedaan.
  • Kesulitan mengeja.
  • Lambat dalam menulis.
  • Kesulitan mengucapkan kata yang baru dikenal.
  • Memiliki kepekaan fonologi yang rendah.
Disleksia Pada Remaja
  • Kesulitan membaca dan mengeja.
  • Kesulitan menyalin catatan serta membuat karya tulis.
  • Bermasalah dalam mengekspresikan sesuatu melalui tulisan atau meringkas suatu cerita.
  • Sering tidak memahami makna bahasa kiasan.
  • Kesulitan dalam mengatur waktu.
  • Kesulitan mengingat hal-hal yang berurutan.
  • Cenderung menghindari kegiatan membaca dan menulis.
  • Kesulitan berhitung.
Cara Mengobati Disleksia
Apakah disleksia bisa diobati? Meski belum ada metode khusus yang bisa menyembuhkan disleksia, anda tidak perlu khawatir karena sebagian besar anak yang menderita disleksia mampu belajar dengan baik dan bisa lulus sekolah dengan baik juga. Tentunya untuk mewujudkan itu semua adalah dengan bantuan peran orang tua dan program belajar khusus untuk penderita disleksia. Salah satu dukungan orang tua dan keluarga yang sangat penting adalah dukungan moral dan emosional yang baik, jangan biarkan anak-anak menjadi minder karena ulah orang tua sendiri.

Tips Mudah Penanganan Disleksia
Disleksia memang tidak bisa disembuhkan, namun dengan penanganan dini dapat membantu meningkatkan kemampuan anak dalam belajar. Salah satu penanganan disleksia yang sangat efektif adalah dengan pendekatan dan edukasi khusus. Berikut beberapa tips edukasi untuk penderita disleksia:
  1. Membacakan buku pada anak-anak. Usia yang paling baik untuk membacakan buku saat anak berusia 6 bulan.
  2. Membaca buku bersama anak-anak.
  3. Perbanyak waktu bersama anak dalam belajar membaca.
  4. Lakukan jadwal secara rutin dalam belajar bersama anak.
  5. Diskusikan hasil belajar bersama anak. Apa yang telah dipelajari anak, coba tanyakan.
  6. Kerja sama dengan pihak sekolah dengan memberitahu kondisi anak agar anak mendapatkan pembelajaran yang tepat.
  7. Jangan memarahi anak saat tidak bisa. Bangun kepercayaan diri anak dengan semangat yang baik.
Dengan melakukan edukasi berupa belajar bersama, maka masalah belajar yang lain akan teratasi secara bersamaan. Karena saat membaca tentunya akan ada ejaan, ada angka-angka yang akan diketahui oleh anak, dan sebagainya.

Penanganan disleksia memang membutuhkan waktu, tenaga dan pikiran yang lebih, oleh karena itu peran serta orang tua, keluarga dan penderita harus benar-benar sabar dan telaten dalam melakukan edukasi dan proses belajar. Semoga artikel tentang gejala disleksia, penyebab dan cara mengobati serta penanganan disleksia diatas dapat membantu anda.

Baca juga:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan, hinaan dan SARA tidak akan ditampilkan atau menjadi tanggungjawab penulis komentar.
Blogger
Disqus
Diskusi yuks...