Tips Anak Cerdas & Sehat

Tips Anak Cerdas & Sehat
Friday, February 16, 2018

Terapi dan Latihan Untuk Anak Disleksia Agar Lancar Membaca

Terapi dan Latihan Untuk Anak Disleksia Agar Lancar Membaca - Sampai saat ini penyebab disleksia pada anak masih belum diketahui, namun beberapa terapi dan latihan untuk anak disleksia agar mampu membaca dengan baik dan lancar sudah banyak metode yang telah dilakukan sehingga hasilnya membuat anak tetap menjadi anak yang cerdas dan pintar. Disleksia pada anak sebenarnya bukan masalah kecerdasan dan kepintaran yang terganggu, akan tetapi ada masalah pada proses belajar yang dialami oleh anak. Akan tetapi mereka tentu berbeda dengan anak-anak yang seusia mereka, anak dengan disleksia bukanlah anak yang abnormal atau berkebutuhan khusus.

Seperti yang telah dibahas pada artikel sebelumnya, Gejala Disleksia, Penyebab dan Cara Mengobati Disleksia. Anak dengan disleksia bisa ditangani dengan beberapa terapi latihan khusus agar mereka bisa dengan mudah melakukan apa yang menjadi permasalahan mereka seperti membaca, menulis dan berhitung. Jika anak bunda mengalami disleksia, berikut beberapa terapi agar anak lancar membaca:

Terapi Integrasi Sensori
Dari beberapa sumber yang kami rangkum, disleksia terjadi karena adanya proses pada sensori atau penginderaan, jadi terapi integrasi sensori ini akan membantu dalam memperbaiki masalah sensori. Dalam strategi ini akan dijelaskan mengenai kesulitan-kesulitan yang dialami oleh anak saat belajar dan akan solusi dari setiap masalah yang dihadapi tersebut.

Misalnya: ketika anak merasa sensitif karena mendengarkan suara yang berbisik, solusinya adalah mengajarkan dia cara mengatasinya sesuai dengan kemampuan dirinya sendiri. Jika tidak mampu, beri contoh misalnya dengan menutup telinga. Cara untuk mengatasi masalah pada anak dengan disleksia harus mudah dilakukan oleh si anak agar kedepannya mereka akan lebih memahami untuk mengatasi masalah yang sama atau serupa.

Terapi Orthopaedagogy
Terapi ini dilakukan untuk memperbaiki kemampuan dasar belajar si anak. Dalam terapi ada 12 tahapan yang perlu dikembangkan oleh anak yang meliputi:
konsentrasi, ketelitian, kemandirian, respons instruksi, tempo kerja/belajar, percaya diri, respons pertanyaan, kooperatif, pemecahan masalah, komunikatif, daya memori, dan daya juang. Pada terapi ini bisa dilakukan dirumah atau bekerja sama dengan guru di sekolah.

Terapi dan Latihan Untuk Anak Disleksia Agar Lancar Membaca

Latihan Untuk Anak Disleksia
Ketika pertama kali anda melihat anak sulit membaca, jangan langsung beranggapan anak tidak bisa. Cobalah untuk belajar bersama dan mengajari mereka dengan baik. Jika dalam beberapa hari anak masih belum bisa membaca, maka kemungkinan dia mengalami disleksia. Anak dengan disleksia sebenarnya tidak ada masalah dengan kecerdasan mereka akan tetapi ada perbedaan cara kerja otak dalam mengolah informasi sehingga mereka mengalami kesulitan dalam belajar.

Salah satu masalah yang sering dialami pada anak disleksia adalah membaca. Oleh karena ini, dalam memberikan pembelajaran pada anak disleksia adalah berbeda dengan anak pada umumnya. Butuh kesabaran, kreatifitas dan modifikasi.

Berikut beberapa latihan untuk anak disleksia yang terbagi dalam 3 metode pembelajaran yang dilakukan pada-anak:
Metode Multisensori
Metode ini tak jarang mendayagunakan performa anak, yaitu visual (performa penglihatan), auditori (performa pendengaran), kinestetik (kesadaran pada gerak), dan taktil (sentuhan alias peraba). Berikut merupakan berbagai contoh latihan multisensori untuk melatih anak disleksia membaca:

Memakai Pasir alias Krim
Orangtua bisa memakai bantuan pasir alias krim cukur (whipping cream) untuk metode ini. Langkah pertama, tuangkan pasir alias sebarkan krim di suatu wadah, semacam nampan. Lalu minta si kecil untuk menuliskan kata "perahu" di atas pasir alias krim dengan memakai jari mereka. Sambil menulis, minta ia membaca setiap huruf yang ia buat, lalu sebutkan suku katanya, yaitu "pe", "ra", "hu", kemudian terbaru menyatakan kata "perahu" dengan jelas dan lantang.

Memakai Balok Huruf
Siapkan balok-balok huruf dan berbagi warna yang tak sama, umpama warna kuning untuk kelompok huruf nasib, dan warna merah untuk kelompok huruf konsonan. Minta anak untuk menyusun kata "perahu" dengan memakai balok-balok huruf tersebut sambil mengejanya. Kemudain minta ia untuk menyatakan kata utuhnya dengan jelas seusai ia berakhir menyusun kata.

Baca, Susun dan Tulis
Di atas selembar karton, buatlah tiga kolom, yaitu BACA, SUSUN, dan TULIS. Siapkan juga spidol dan balok warna-warni. Tuliskan kata yang ingin diajarkan terhadap anak di kolom BACA, lalu minta anak untuk memantau huruf-huruf pembentuk kata tersebut. Kemudian anak bisa menyusun kata tersebut di kolom SUSUN dengan memakai balok huruf warna-warni. Terbaru, minta ia menuliskan kata tersebut di kolom TULIS sambil membacanya dengan suara lantang.

Dinding Kosakata
Cetaklah kata-kata yang tak jarang digunakan dan terkesan di tempat umum, semacam "dari", "di", "ke", "dan", "saya" dalam ukuran besar dan berwarna-warni, kemudian tempel kata-kata tersebut di dinding kamar anak sesuai dengan urutan alfabetik. Anak dengan cara otomatis bakal tak jarang menonton dan mengingat kata-kata tersebut, jadi bisa membikinnya lebih lancar membaca.

Metode Fonik
Metode bunyi ini melatih performa auditori dan visual anak dengan tutorial menamai huruf sesuai dengan bunyinya. Umpama, huruf D dibunyikan de, huruf H dibunyikan dengan ha. Anak disleksia bisa berpikir kata "es krim" hanya terdiri dari "s" dan "krim".

Membedah Kata
Pertama, tentukan satu kata yang ingin diajarkan terhadap anak, umpama, "perahu". Tulis kata "perahu" di suatu papan, lalu orangtua bisa membacakan kata tersebut dengan suara yang jelas dan lantang. Kemudian minta anak untuk mengeja setiap huruf yang membentuk kata tersebut. Tanyakan huruf apa yang ia lihat di awal, tengah, dan akhir kata. Tanyakan juga huruf nasib apa saja yang ada pada kata tersebut. Dengan membedah kata tersebut, anak disleksia bisa menganalisis dan memproses kata dengan terinci.

Metode Linguistik
Metode ini mengajarkan anak untuk mengetahui kata dengan cara utuh. Tutorial ini sangat manjur supaya anak tak terbolak-balik mengetahuii kata-kata yang bermiripan. Metode linguistik mendorong anak untuk menyimpulkan sendiri pola hubungan antara huruf dan bunyinya.

Orangtua bisa memikirkan tutorial kreatif lainnya yang sesuai dan manjur untuk diterapkan terhadap anaknya yang mempunyai disleksia supaya si anak bisa lancar membaca. Apabila kalian mempunyai keluhan alias pertanyaan seputar tutorial mengajar anak, jangan ragu untuk menghubungi dokter melewati software Halodoc. Hubungi dan ceritakan keluhanmu terhadap dokter melewati metode Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Kalian juga bisa membeli vitamin dan produk kesehatan yang dibutuhkan di Halodoc dan pesananmu bakal diantar hanya dalam satu jam. Yuk, download Halodoc kini juga di App Store dan Google Play.

Itulah beberapa terapi dan latihan untuk anak disleksia agar anak lancar membaca dan belajar. Semoga dengan adanya artikel ini bisa membantu anda dalam menemani anak-anak anda. Terimakasih
Thursday, February 15, 2018

Gejala Disleksia, Penyebab dan Cara Mengobati Tanpa Perlu Khawatir

Gejala Disleksia, Penyebab dan Cara Mengobati - Apa itu disleksia? Seperti apa gejala disleksia? Apa penyebab disleksia? Dan bagaimana cara mengobati disleksia? Tentulah itu pertanyaan-pertanyaan yang akan keluar di benak kita saat kita melihat atau mendapat anak-anak tiba-tiba mengalami susah membaca, susah menulis atau bahkan susah mengeja. Atau secara umu anak-anak mengalami gangguan proses belajar sehingga membuat kita sebagai orang tua merasa khawatir dan risau dengan keadaan anak-anak kita.

Pengertian Disleksia
Apa itu disleksia? Menurut beberapa sumber yang kami dapatkan, disleksia merupakan suatu gangguan proses belajar yang umumnya terjadi pada anak usia 7 tahun bahkan lebih bisa mencapai 12 tahun. Proses belajar yang dialami meliputi kesulitan dalam membaca, menulis bahkan mengeja. Apakah termasuk berhitung? Bisa iya dan bisa tidak. Karena ada beberapa masalah yang dialami oleh seorang anak dalam proses belajar namun tidak berhubungan dengan disleksia itu sendiri. Sehingga ada kecenderungan seorang anak yang mengalami disleksia terkadang masih bisa berhitung dengan baik.

Apakah disleksia merupakan salah satu faktor penurunan kecerdasan anak? Tentu saja tidak, disleksia tidak mempengaruhi dan tidak dipengaruhi oleh tingkat kecerdasan anak atau seseorang. Hanya proses perkembangan dalam belajar anak yang mengalami masalah yang disebabkan karena beberapa faktor. Jadi jangan salah persepsi dengan disleksia, jika mendapati anak pada usia 7 tahun masih belum bisa membaca dan menulis, bukan berarti anak tersebut tidak pintar atau tidak bisa. Ada masalah dalam mengidentifikasi cara mengucapkan kata atau kalimat atau menulis. Pernahkah anak anda menulis angka 4 terbalik? Menulis angka 3 terbalik? Seperti itulah proses dileksia terjadi, namun seperti yang telah disebutkan diatas, tidak semua yang dialami oleh seorang anak disebut disleksia.

Gejala Disleksia, Penyebab dan Cara Mengobati Tanpa Perlu Khawatir

Penyebab Disleksia
Disleksia umumnya terjadi pada seorang anak. Penyebab disleksia ini masih belum diketahui secara pasti. Namun beberapa faktor gen dan keturunan disebut-sebut sebagai salah satu penyebab terjadinya disleksia. Namun faktor keturunan bukan salah satu penyebab disleksia, pengaruh keluarga dan lingkungan juga berperan besar terjadinya disleksia. Misalnya; membiarkan anak tidak pernah mendapatkan pendidikan yang baik dari keluarga sejak kecil. Ingat, pendidikan dan pengetahuan awal yang diketahui oleh anak berasal dari orang tua dan keluarga. Selain itu beberapa faktor cara memberikan pendidikan atau pembelajaran kepada anak kecil yang salah juga menjadi pemicu terjadinya disleksia, seperti sering memarahi anak sejak kecil yang membuat anak tidak mau belajar. Jangan biarkan anak anda menjadi trauma terhadap anda sebagai orang tuanya.

Jadi, sampai saat ini penyebab disleksia belum diketahui secara pasti. Dan beberapa masalah yang telah disebutkan diatas, bisa menyebabkan terjadinya disleksia.

Gejala Disleksia
Gejala disleksia yang dialami oleh anak pada umumnya bervariasi. Gejala disleksia sulit dikenali pada anak yang belum memasuki usia sekolah. Sehingga pada usia dibawah 5 tahun jika anak masih belum bisa membaca atau menulis, jangan langsung memvonis anak menderita disleksia dan jangan memarahi anak ketika mereka tidak bisa menyelesaikan tugasnya. Bantu mereka dengan sabar dan kasih sayang.

Namun pada usia 5 tahun lebih, gejala awal yang bisa mencakup disleksia adalah komunikasi atau pengucapan yang keliru, menulis huruf yang terbalik, dan kesulitan dalam memahami suatu arah. Gejala dalam kesulitan pengucapan misalnya kata Paku dan Palu.

Mengenali Gejala Disleksia Pada Anak
Dalam beberapa kasus, meskipun gejala disleksia sulit dikenali namun ada beberapa sejumlah gejala yang perlu diwaspadai apakah anak-anak menderita dileksia atau tidak.

Disleksia Pada Bayi
  • Perkembangan bicara lebih lamban dibandingkan anak-anak seusianya.
  • Butuh waktu lama untuk belajar kata baru.
  • Sulit memilih kata atau kalimat yang tepat dalam menyusun kata dengan benar.
  • Kurang memahami kata-kata yang memiliki rima, contohnya "putri menari sendiri".
Disleksia Pada Anak
  • Kesulitan memproses dan memahami apa yang didengarnya.
  • Lamban dalam mempelajari nama dan bunyi abjad.
  • Sering salah atau terlalu pelan saat membaca.
  • Lamban saat menulis dan tulisan yang tidak rapi.
  • Kesulitan mengingat urutan, misalnya urutan abjad atau nama hari.
  • Cenderung tidak bisa menemukan persamaan atau perbedaan.
  • Kesulitan mengeja.
  • Lambat dalam menulis.
  • Kesulitan mengucapkan kata yang baru dikenal.
  • Memiliki kepekaan fonologi yang rendah.
Disleksia Pada Remaja
  • Kesulitan membaca dan mengeja.
  • Kesulitan menyalin catatan serta membuat karya tulis.
  • Bermasalah dalam mengekspresikan sesuatu melalui tulisan atau meringkas suatu cerita.
  • Sering tidak memahami makna bahasa kiasan.
  • Kesulitan dalam mengatur waktu.
  • Kesulitan mengingat hal-hal yang berurutan.
  • Cenderung menghindari kegiatan membaca dan menulis.
  • Kesulitan berhitung.
Cara Mengobati Disleksia
Apakah disleksia bisa diobati? Meski belum ada metode khusus yang bisa menyembuhkan disleksia, anda tidak perlu khawatir karena sebagian besar anak yang menderita disleksia mampu belajar dengan baik dan bisa lulus sekolah dengan baik juga. Tentunya untuk mewujudkan itu semua adalah dengan bantuan peran orang tua dan program belajar khusus untuk penderita disleksia. Salah satu dukungan orang tua dan keluarga yang sangat penting adalah dukungan moral dan emosional yang baik, jangan biarkan anak-anak menjadi minder karena ulah orang tua sendiri.

Tips Mudah Penanganan Disleksia
Disleksia memang tidak bisa disembuhkan, namun dengan penanganan dini dapat membantu meningkatkan kemampuan anak dalam belajar. Salah satu penanganan disleksia yang sangat efektif adalah dengan pendekatan dan edukasi khusus. Berikut beberapa tips edukasi untuk penderita disleksia:
  1. Membacakan buku pada anak-anak. Usia yang paling baik untuk membacakan buku saat anak berusia 6 bulan.
  2. Membaca buku bersama anak-anak.
  3. Perbanyak waktu bersama anak dalam belajar membaca.
  4. Lakukan jadwal secara rutin dalam belajar bersama anak.
  5. Diskusikan hasil belajar bersama anak. Apa yang telah dipelajari anak, coba tanyakan.
  6. Kerja sama dengan pihak sekolah dengan memberitahu kondisi anak agar anak mendapatkan pembelajaran yang tepat.
  7. Jangan memarahi anak saat tidak bisa. Bangun kepercayaan diri anak dengan semangat yang baik.
Dengan melakukan edukasi berupa belajar bersama, maka masalah belajar yang lain akan teratasi secara bersamaan. Karena saat membaca tentunya akan ada ejaan, ada angka-angka yang akan diketahui oleh anak, dan sebagainya.

Penanganan disleksia memang membutuhkan waktu, tenaga dan pikiran yang lebih, oleh karena itu peran serta orang tua, keluarga dan penderita harus benar-benar sabar dan telaten dalam melakukan edukasi dan proses belajar. Semoga artikel tentang gejala disleksia, penyebab dan cara mengobati serta penanganan disleksia diatas dapat membantu anda.
Friday, November 3, 2017

Cara Mengajarkan Anak Pakai Baju Sendiri Sejak Usia Dini

Cara Mengajarkan Anak Pakai Baju Sendiri Sejak Usia Dini - Mengajarkan anak untuk memakai baju sendiri mungkin merupakan tantangan tersendiri buat para orang tua. Memakai baju tidak hanya sedekar mengenakan baju saja tapi ada beberapa yang juga harus diperhatikan yaitu cara mengancing baju, memasang ritsetling, mengikat tali sepatu, memakai sepatu, memakai kaos kaki, memasuk dan cara menggunakan ikat pinggan dan sebagainya. Dari beberapa cara tersebut tentunya adalah kewajiban orang tua dalam membantu dan mengajarkan anak pakai baju sendiri, bukan dengan cara melemparkan baju ke anak yang terkadang dilakukan oleh beberapa orang tua bahkan dilakukan oleh seorang babysitter

Cara Mengajarkan Anak Pakai Baju Sendiri Sejak Usia Dini
Berikut Beberapa Cara Mengajarkan Anak Pakai Baju Sendiri Sejak Usia Dini
Mengajarakan anak pakai baju sendiri tidak hanya dilakukan oleh orang tua, jika orang menitipkan anak ke babysitter atau pengasuh bayi maka itu adalah kewajiban dia, akan tetapi alangkan baiknya kalau yang mengajarkan anak dalam hal apapu tetap orang tua, bukan orang lain

Mengajarkan Anak Memakai Baju
Ada dua jenis baju yang perlu diperhatikan dalam mengajarkan anak mengenakannya yaitu baju kaos dan baju berkancing. Untuk pertama kali, kebanyakan anak sama-sama mengalami kesulitan dalam mengenakan kedua jenis baju ini

Untuk mengajarkan anak mengenakan baju ini, ajari mereka mengenakan baju didepan cermin dan pastikan anda tetap berada didekatnya. Dan juga perhatikan dalam pemilihan baju, jangan mengajari anak memakai baju yang ketat atau pressbody karena hal itu akan membuat mereka sangat kesulitan tapi pilihlah baju yang agak longgar agar memudahkan mereka dalam memakainya

Untuk anak perempuan, berilah mereka mainan boneka yang lengakp dengan bajunya. Ajari anak untuk mengenakan baju boneka ke bonekanya tersebut

Untuk baju yang ada kancing, ajari anak memasukkan baju kancing dari bawah terlebih dulu dengan memperhatikan ujung baju sebelah kiri dan kanan serta kesejajaran kancing dengan lubang kancing

Mengajarkan Anak Memakai Celana
Melepas celana mungkin lebih mudah dilakukan daripada memakainya. Dama dengan baju, untuk mengajari anak memakai celana ada 2 jenis celana yang perlu diperhatukan yaitu celana panjang dan celana pendek. Selain itu perhatikan pinggang pada celana yang diberikan, apakah celana dengan pinggang karet atau pengait

Untuk mengajarkan anak pakai celana, berilah celana pendek dengan pinggang karet karena hal ini akan membuat mereka lebih mudah dalam mengenakan celana. Untuk mengenakan celana, jangan mengenakan celana saat berdiri, dengan cara duduk juga bisa dilakukan dan lebih mudah untuk sang anak

Mengajarkan Anak Memakai sepatu
Meski terlihat lebih mudah untuk dikenakan, menggunakan sepatu ternyata adalah haal tersulit yang sering dialami oleh anak-anak. Untuk itu dalam mengenakan sepatu, berilah contoh cara mengenakannnya

Mengajarkan Memasang Ritsetling
Ini yang perlu diperhatikan baik-baik, membuka dan memasang ritsetling memiliki resiko yang sama, jika anak anda cowok maka bisa menjepit 'anunya' si kecil. Untuk itu sebelum mengajarkan anak memasang dan menutup ritsetling, pastikan anak sudah mengenakan celana dalamnya

Cara mengajarkan anak pakai baju sendiri tetap harus didamping dantentunya juga harus dilatih setiap hari. Jangan biarkan anak-anak tidak bisa memakai baju dan busanan lainnya. Usahakan saat mengajari anak, berilah bantuan dalam bentuk ucapan saja. Jika kurang paham maka bisa dilakukan secara langsung. Yang penting tetap ajari anak-anak dalam melakukan yang sangat berarti untuk tumbuh kembang merekq
Thursday, September 14, 2017

Belajar Mengaji, Haruskah Anak Belajar Ilmu Tajwid?

Belajar Mengaji, Haruskah Anak Belajar Ilmu Tajwid? Pada usia dini atau pada usia 1 tahun atau saat anak sudah mulai bisa mengucapkan kata-kata, anak sudah bisa diperkenalkan dengan ayat-ayat sucia Al Quran, baik itu melalui orang tua yang mengaji atau melalui audio. Namun bagaimana dengan tajwid dari setiap bacaan Al Quran tersebut? Haruskah anak juga belajar ilmu Tajwid? Tidak harus, karena jika mengaji sudah melafalkan setiap bacaan Quran dengan baik dan benar, maka setiap bacaan yang didengar anak tersebut sudah merupakan satu kesatuan yang langsung bisa diadopsi oleh sia anak. Ingat, dalam beberapa artikel sebelumnya, kami pernah menjelaskan kalau anak adalah peniru terbaik yang ada di dunia ini. Begitu juga dengan baca-bacan Quran yang didengar oleh anak setiap hari, anak akan lebih mengaplikasikannya secara baik

Belajar Mengaji, Haruskah Anak Belajar Ilmu Tajwid

Baca artikelnya: Anak Adalah Peniru Terbaik Setiap Tindakan

Belajar Mengaji, Haruskah Anak Belajar Ilmu Tajwid?

Belajar ilmu tajwid memang bisa dilakukan oleh siapa saja, khususnya bagi mereka yang benar-benar ingin belajar membaca Al Quran atau yang membaca Al Quran harus mengetahui setiap bacaan panjang pendek yang ada dalam Al Quran. Berikut kami jelaskan mengenai ilmu Tajwid yang perlu dan harus dipelajari oleh setiap orang atau anak-anak

ilmu Tajwid adalah ilmu yang mempelajari tentang cara mengucapkan huruf-huruf hijaiyah dengan baik dan benar dalam Al Quran. Didalam ilmu Tajwid, ada beberapa hal dasar yang wajib diketahui dan dipelajari yaitu cara pengucapan huruf, makhroj, panjang pendek bacaan, hubungan antar bacaan, dan sebagainya

Jadi membaca Al Quran tidak sama dengan membaca tulisan biasa. Untuk tulisan biasa, kita hanya memperhatikan tanda bacaan saja yaitu titik, koma, tanda tanya dan tanda seru

Berikut macam-macam bacaan dalam Al Quran susai dengan ilmu Tajwid:
Idzhar
Izhar secara bahasa artinya jelas atau terang. Bacaan izhar digolongkan menjadi dua macam: Idzhar Halqi dan Idzhar Syafawi

Idzhar Halqi
Izhar halqi merupakan bacaan tajwid berupa nun mati atau tanwin bertemu dengan huruf-huruf idzhar halqi. Cara membacanya adalah jelas, tidak didengungkan. Huruf-huruf idzhar halqi yaitu:

ﻫ أ ح خ ع غ

Berikut ini contoh bacaan idzhar halqi

وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

Idzhar Syafawi
Hukum bacaan syafawi terjadi jika mim sukun bertemu dengan huruf hijaiyyah selain mim dan ba. Cara membacanya jelas, tanpa dengung. Contoh bacaan idzhar syafawi:

Contoh Idzhar Syafawi
هُمْ نَائِمُوْنَ

= hum naaaaaimuuna

قُلْ نَعَمْ وَاَنْتُمْ

= qul na‘am wa antum

اَنْتُمْ دَاخِرُوْنَ

= antum daakhiruuna

اَمْ لَمْ تُنْذِرْهُمْ

= am lam tundzirhum

يَمْكُرُوْنَ

= yamkuruuna

اَمْهَلْهُمْ رُوَيْدًا

= amhilhum ruwaidan


Ikhfa
Ikhfa secara bahasa berarti samar. Bacaan ikhfa dibagi menjadi dua macam, yaitu ikhfa haqiqi dan ikhfa syafawi.

Ikhfa Haqiqi
Ikhfa haqiqi terjadi jika nun mat / tanwin bertemu huruf ikhfa. Adapun jumlah huruf ikhfa haqiqi ada 15 huruf. Cara membaca bacaan ikhfa haqiqi yaitu dengan samar-samar, panjang dengungannya 2 harakat. Huruf ikhfa haqiqi:

ت – ث – د – ذ – ز – س – ش – ص – ض – ط – ظ – ف – ق – ك

Berikut ini contoh bacaan ikhfa haqiqi
وَمِن دُونِهِمَا جَنَّتَانِ

Ikhfa Syafawi
Ikhfa syafawi merupakan hukum bacaan yang terjadi apabila mim mati bertemu dengan ba. Dengan kata lain, huruf ikhfa syafawi hanya ب. Cara membacanya yaitu dengan didengkungkan, panjang dengungannya 2 harakat.

Berikut ini contoh bacaan ikhfa syafawi
اِنَهُمْ بِدَالِكَ

= innahummng bidzaalika

تَرْمِيْهِمْ بِحِجَارَةٍ

= tarmiihimmmng bihijaarotin

لِكُمْ بَلَاءٌ

= lakummmng balaaaaaa um

وَمَاهُمْ بِخَارِجِيْنَ

= wa maa hummmng bikhoorijiina


Idgham
Idgham (ﺇﺩﻏﺎﻡ) artinya meleburkan. Dalam hukum nun mati, idgham artinya meleburkan huruf nun mati / tanwin. Pada hukum nun mati, idgham dibagi menjadi dua macam, yaitu idgham bighunnah dan idgham bilaghunnah. Selain kedua idgham tersebut, ada juga bacaan idgham lainnya yang kaitannya dengn mim mati. Ada 6 huruf idgham: Ya', Ra', Mim, Lam, Waw and Nun
ي ن م و ل ر

Untuk mempermudah hafalan, huruf-huruf tersebut dapat digabungkan menjadi ‘yarmalun’.

Igham Bighunnah
Idgham bighunnah terjadi jika ada nun sukun / tanwin bertemu dengan salah huruf idgham, kecuali lam dan ra. Secara bahasa, ghunnah berarti dengung. Cara membacanya yaitu dengan meleburkan nun mati / tanwin diikuti dengan dengng.

Contoh bacaan idgham bighunnah
Contoh Nun [نْ] Sukun dan Tanwin[ًٌٍ] bertemu Ya [ي]
لِمَنْ يَرَى

Tulisan aslinya adalah liman yaraa, dan dibacanya adalah limayyaraa

اَنْ يَتُوْبُ

Tulisan aslinya adalah an yatuubu dibacanya adalah ayyatuubu

وُجُوْهٌ يَوْمَئِذٍ

Tulisan aslinya adalah wujuuhun yaumaidzin, dibacanya adalah wujuuhuyyaumaidzin

لِقَوْمٍ يُوْقِنُوْنَ

Tulisan aslinya adalah liqoumin yuuqinuuna, dibacanya adalah liqoumiyyuuqinuuna


Contoh Nun [نْ] Sukun dan Tanwin[ًٌٍ] bertemu waw [و]
مِنْ وَرَائِهِمْ

Tulisan aslinya adalah man waraa ihim, dan dibacanya adalah mawwaraa ihim

عِوَجاًوَلاَاَمْتاَ

Tulisan aslinya adalah ‘iwajaan wa laa amtaa dibacanya adalah ‘iwajaawwa laa amtaa

عَذاَبٌ وَاصِبٌ

Tulisan aslinya adalah ‘adzaabun waasibun, dibacanya adalah ‘adzaabuwwaasibun

قُوَةٍ وَلاَ ناَصِرٍ

Tulisan aslinya adalah quwwatin wa laa naashirin, dibacanya adalah quwwatiwwa laa naashirin


Contoh Nun [نْ] Sukun dan Tanwin[ًٌٍ] bertemu mim [م]
نَكُنْ مَعَكًمْ

Tulisan aslinya adalah nakun ma‘akum, dan dibacanya adalah nakumma‘akum

فَتْحاً مُبِيْناً

Tulisan aslinya adalah fathan mubiinan dibacanya adalah fathammubiinan

لَكَفُوْرٌمُبِيْنٌ

Tulisan aslinya adalah lakafuurun mubiinun, dibacanya adalah lakafuurummubiinun

مِنْ ماَءٍمَهِيْنٍ

Tulisan aslinya adalah min maaa in mahiinin, dibacanya adalah mimmaaa immahiinin. Untuk contoh ini ada 2 sekagus, yaitu nu sukun bertemu mim yang berwarna merah, dan tanwin [kasroh tanwin] bertemu mim yang berwarna biru


Contoh Nun [نْ] Sukun dan Tanwin[ًٌٍ] bertemu nun [ن]
مِنْ ناَصِرِيْنَ

Tulisan aslinya adalah min naa shiriina, dan dibacanya adalah minnaa shiriina

عَنْ نَفْسِهِ

Tulisan aslinya adalah ‘an nafsihi dibacanya adalah annafsihi

حِطَةٌ نَغْفِرْلَكُمْ

Tulisan aslinya adalah hiththotun naghfirlakum, dibacanya adalah hiththotunnaghfirlakum

دَرَجاَةٍ مَنْ نَشَاءَ

Tulisan aslinya adalah darajaatin man nasyaa a, dibacanya adalah darajaatimmannasyaa a. Dalam kasus ini ada dua idhgom bi ghunnah, yaitu tanwin bertemu mim [warna biru], dan nun sukun bertemu nun yang berwarna merah.


Idgham Bilaghunnah
Idgham bilaghunnah yaitu bacaan tajwid berupa meleburkan nun mati / tanwin tidak diikuti dengan dengung. Ada dua huruf idgham bilaghunnah, yaitu ra dan lam.

Contoh bacaan idgham bilaghunnah
Contoh bacaan idgham Bilaghunnah untuk nun mati / tanwin bertemu huruf lam
مِنْ لَدُنْكِ

Tulisan aslinya adalah min ladunka, tetapi dibaca milladunka
لَطِيْفٌ لِمَا

Tulisan aslinya adalah lathiifun limaa, tetapi dibaca lathiifullimaa
قَلِيْلٍ لَيُصْبِحُ

Tulisan aslinya adalah qoliilin layushbihu, tetapi dibaca qoliilillayushbihu
ذِكْرٌلِلْعَلِلَيْنَ

Tulisan aslinya adalah dzikrun lil’alilaina, tetapi dibaca dzikrullil’alilaina

Contoh bacaan idgham Bilaghunnah untuk nun mati / tanwin bertemu huruf ra
فَمَنْ رَبُكُمَا

Tulisan aslinya adalah faman robbukumaa, tetapi dibaca famarrobbukumaa
عِيْشَةٍ رَا ضِيَةٍ

Tulisan aslinya adalah ‘iisyatin roodliyatin, tetapi dibaca ‘iisyatirroodliyatin
غَفُوْرٌرَحِيْمٍ

Tulisan aslinya adalah ghofuurun rohiimin, tetapi dibaca ghofuururrohiimin
مِنْ رَبٍ رَحِيْمٍ

Tulisan aslinya adalah min robbin rohiimin, tetapi dibaca mirrobbirrohiimin
Dalam contoh kasus ini ada 2 buah idgham bilaghunnah, yaitu min robbin, dibaca mirrob dan bin rohiim dibaca birrohiim

Idgham Mitslain
Idgham mitslain merupakan bacaan yang terjadi jika mim mati bertemu dengan mim. Idgham mislain disebut juga idgham mimi atau idgham syafawi.

Contoh bacaan idgham mitslain
لَهُمْ مَايَتَقُوْنَ

= lahummmmaa yattaquuna

هُمْ مَااِنْفَقُوْا

= hummmmaa infaquu

لَكُمْ مَا سَاَلْتُمْ

= lakummmmaa saaltakum

كُنْتُمْ مُسْلِمِيْنَ

= kunnngtummmmusliina


Idgham Mutaqaribain
Idgham muttaqariban merupakan hukum bacaan berupa bertemunya huruf yang makhrajnya hampir sama, akan tetapi sifatnya berbeda, yaitu pada huruf berikut ini. Adapun cara membacanya yaitu dengan langsung membaca huruf kedua secara bertasdid (huruf pertama tidak usah dibaca).

Contoh bacaan idgham mutaqaribain
اِرْكَبْ مَعَنَا = اِرْكَ مَّعَنَا– اَلَمْ نَخْلُقْكُمْ = اَلَمْ نَخْـلُـكُّمْ

Idgham Mutajanisain
Idgham mutajanisain merupakan bacaan berupa bertemunya dua huruf yang berbeda, tetapi makhrajnya sama. Berikut ini huruf-huruf yang dimaksud.

Contoh bacaan idgham mutajanisain
اِرْكَبْ مَعَنَا = اِرْكَ مَّعَنَا– اَلَمْ نَخْلُقْكُمْ = اَلَمْ نَخْـلُـكُّمْ

Idgham Mutamatsilain
Idgham mutamatsilain merupakan bacaan berupa bertemunya huruf bersukun dengan huruf yang sama yang berharokat. Misalnya بَ dan بْ. Namun, dengan beberapa pengecualian sebagai berikut:
  • nun sukun dengan nun berharokat -> bacaan idgham bighunnah
  • mim sukun dengan mim berharokat -> bacaan idgham mislain
  • huruf-huruf mad ا و ي -> dibaca panjang sesuai dengan hukum bacaan mad

Contoh bacaan mutamatsilain
قَدْ دَخَلُوْا = قَدَّخَلُوْا – اِضْرِبْ بِعَصَاكَ = اِضْرِبِّعَصَاكَ

Qalqalah Sughro / Kecil
Qalqalah sughro terjadi apabila salah satu huruf qalqalah berbaris mati karena sukun, bukan karena waqaf.

Contoh bacaan qalqalah sughro / kecil
يَقْطَعُوْنَ * إِلاَّ إِبْلِيْسَ * وَمَا أَدْرَاكَ

Qalqalah Kubra / Besar
Bacaan qalqalah kubra terjadi apabila salah satu huruf qalqalah dimatikan karena adanya waqaf atau berhenti (huruf qalqalah terletak di akhir ayat).

Contoh bacaan qalqalah kubra / besar
مَا خَلَقَ * أُوْلُوا اْلأَلْبَابِ * زَوْجٍ بَهِيْجٍ

Contoh lainnya bisa dilihat pada akhir tiap-tiap ayat surat Al-Ikhlas

Baca Artikel: Tips-Tips Belajar Mengaji Untuk Anak

Demikian pembahasan tentang ilmu tawjid ini. Pembahasan diatas hanya dasarnya saja dan belum lengkap, masih banyak yang belum dibahas, seperti hukum bacaan mad, tanda-tanda waqaf, hukum bacaan ra, lam alif, dan sebagainya. Semoga dengan pembahasan sederhana ini bisa memberikan bermanfaat untuk Anda yang sedang belajar ilmu tajwid
Tuesday, September 12, 2017

Bagaimana Cara Agar Anak Mau Sholat Dengan Baik & Benar Serta Tidak Main-Main?

Bagaimana Cara Agar Anak Mau Sholat Dengan Baik & Benar Serta Tidak Main-Main? Memulai sesuatu yang baik terhadap anak-anak kita maka hasilnya juga akan baik, begitu juga dengan sholat, bagaimana agar anak kita selalu rajin sholat? Jawabannya adalah kita sebagai orang tua. Sebagai orang tua tentunya kita akan sangat bangga dan bahagia ketika kita melihat anak-anak kita selalu tepat waktu dalam menunaikan ibadah sholat atau ibada lainnya bagi yang beragama Hindu, Kristen dan Budha

Bagaimana Cara Agar Anak Mau Sholat Dengan Baik & Benar Serta Tidak Main-Main

Sebagaimana kita ketahui, sholat adalah ibadah yang dilakukan oleh umat Islam dan wajib dikerjakan dalam waktu dan keadaan apapun tanpa ada alasan apapu. Bahkan ketika saat sakit pun ibadah Sholat wajib tetap dilakukan. Didalam Islam, ketika seorang muslim tidak mampu untuk berdiri dalam mengerjakan sholat maka ia bisa dikerjakan dengan cara duduk, jika duduk tidak bisa dilakukan maka ia bisa dilakukan dengan cara berbaring

Baca juga Bagaimana Agar Anak Rajin Sholat Dan Beribadah?

Kenapa sholat sangat wajib dilakukan? Karena sholat adalah ibadah yang pertama kali akan dihisab di akhirat kelak, selain itu sholat mampu mencegah sesorang dari perbuatan keji dan munkar. Sholat juga menentukan perbuatan-perbuatan manusia yang lainnya, jika sholat dilakukan dengan baik, rajin dan tepat waktu maka perbuatan yang lainnya tentu akan baik. Namun jika sholat dilakukan karena hanya mengharap pengakuan dari orang atau mendapat pujian dari orang maka hasilnya akan beda, yang muncul malah sifat sombong

Pemahaman tentang sholat yang akan diberikan kepada anak-anak kita, tentunya dimulai dari kita sebagai orangtuanya. Memberi penjelasan dan pengetahuan tentang tata cara sholat yang baik adalah langkah awal yang harus dilakukan dan mengajak anak ikut serta dalam sholat tanpa ada paksaan terlebih dulu. Namun ketika anak sudah berusia 7 tahun, maka wajib hukumnya orang tua memberi peringatan kepada anak-anak

Bagaimana Cara Agar Anak Mau Solat Dengan Baik & Benar Serta Tidak Main-Main?

Contoh atau keteladanan yang baik
Menjadi contoh atau keteladanan yang baik bagi anak-anak adalah sangat penting untuk dilakukan. Orang tua adalah guru pertama kali yang didapat oleh anak-anak. Untuk itu, ketika tiba waktunya untuk sholat, jangan hanya menyuruh anak-anak untuk sholat sedangkan orang tua malah asyik menonton TV atau bersosial media melalui HP. Jangan pernah memaksakan akan untuk melakukan sesuatu yang baik kalau orang tua tidak melakukan hal yang sama, bahkan hasilnya akan berbeda jika keadaannya seperti itu. Anak akan menjadi anak yang akan selalu menentang orang tua

Nasehat yang baik
Ketika kita sudah memberikan contoh atau keteladanan yang baik tentang sholat atau perbuataan baik lainnya maka selanjutnya adalah memberi nasehat kepada anak-anak kita. Nasehat yang kita berikan tentunya sesuai dengan apa kita berikan yang dilakukan oleh anak. Kalau tentang sholat, maka nasehatnya adalah tentang sholat, kenapa harus sholat, kenapa harus tetap waktu dalam mengerjakan sholat, kenapa sholat harus dilakuakn secara khusyuk, kenapa harus wirid dulu dan sebagainya termasuk sebelum sholat harus melakukan wudlu terlebih dulu

Untuk itu sebagai orang tua harus mengetahui juga tentang syarat dan rukun sholat serta pengetahuan-pengetahuan tentang sholat agar kita lebih mudah dalam memberi nasehat dan pengetahuan kepada anak-anak kita tentang sholat

Kebiasaan yang baik
Ketika adzan sudah berkumnadang maka wajib hukumnya kita meninggalkan semua kativitas dan bersegeralah untuk ambil wudhu dan melakukan sholat. Namun disini ada kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan orang tua kadang ada yang baik dan ada yang buruk. Seperti yang telah dijelaskan diatas, ketika orang tua menyuruh anak-anak untuk sholat tapi kita sendiri malah masih asyik didepan TV atau malah asyik membalas semua pesan sosial media melalui ponsel kita

Tanamkan kebiasaan-kebiasan yang baik dari orang tua kepada anak sejak anak usia dini. Jangan membiasakan diri berbuat jelek atau terlihat jelek didapan akan-anak karena itu akan ditiru oleh anak-anak

Kontrol yang terus menerus
Ketika kita percaya dan yakin anak-anak sudah terbiasa dengan kebiasaan-kebiasaan yang baik, jangan lupa untuk selalu mengontrol dan mengawasi perbuatan atau tindakan anak yang lainnya. Ingat bunda, disamping dan dibelakang anak-anak masih banyak teman-temannya yang selalu siap untuk merubah kebiasaan-kebiasaan anak yang baik tersebut menjadi kebiasaan yang jelek yang tidak pernah kita ketahui

Baca juga Amalan Doa Agar Menjadi Anak Sholeh Sholehah Cerdas & Pintar

Hukuman yang mendidik
Ketika anak lalai, keliru atau lupa dengan perbuatannya, jangan langsung menjatuhi hukuman kepada anak. Bicarakan baik-baik terlebih dulu, jangan langsung menghakimi anak. Namun kalau sudah ada bukti langsung, berilah hukuman sesuai dengan perbuatan atau tindakan yang dilakukan oleh sang anak. Begitu juga dengan sholat, jika anak tidak sholat misalnya tidak sholat Subuh maka hukuman yang masuk akan adalah dikurangi uang jajannya atau tidak mendapatkan uang jajan sama sekali

Doa
Orang tua yang baik adalah yang selalu menjaga anak-anaknya setiap waktu dan dalam kondisi apapun. Tidak hanya menjaga dalam keadaan fisik saja, akan tetapi menjaga anak-anak dalam doa kita adalah senajat paling ampuh yang akan selalu menjadi kebaikan buat anak-anak kita dan Allah SWT selalu bersama anak-anak kita

Semoga tulisan Bagaimana Cara Agar Anak Mau Sholat Dengan Baik & Benar Serta Tidak Main-Main? di blog ini memberikan manfaat yang baik untuk kita semua. Penulis blohg hanyalah orang biasa yang tidak mengerti apa-apa, kita disini belajar bersama, jika adal kesalahan dalam penulisan harap dimalkumi dan dimaafkan. Terimakasih
Monday, September 11, 2017

Cara Mengatasi Anak Sulit Belajar Mengaji Secara Baik & Berhasil

Cara Mengatasi Anak Sulit Belajar Mengaji Secara Baik & Berhasil - Saat ini banyak sekali orang tua yang memprogramkan anak-anak mereka untuk pintar mengaji, bahkan sejak dini banyak sekali orang tua yang selalu mencari tempat dan menambah jam belajar anak khususnya untuk mengaji. Bahkan waktu liburan sekolah kemarin, banyak juga orang tua yang tetap menambah belajar mengaji anak dengan cara belajar di pondok pesantren. Sungguh sangat menyenangkan bila anak-anak kita yang masih kecil bahkan pada usia dini, mereka sudah bisa menglafalkan ayat-ayat suci Al Quran dengan baik dan fasih
Cara Mengatasi Anak Sulit Belajar Mengaji Secara Baik & Berhasil
Namun tidak semua anak yang mau untuk belajar mengaji karena mereka beranggapan belajar mengaji sangat sulit. Dan orang tua sendiri juga tidak bisa berbuat banyak ketika anak-anak mereka sudah diikutkan dalam belajar mengaji secara kilat atau kursus mengaji. Jika anak mengalami kesulitan dalam belajar mengaji, ada beberapa cara mengatasi anak sulit belajar mengaji, diantaranya yaitu:

Cara Mengatasi Anak Sulit Belajar Mengaji Secara Baik & Berhasil

Waktu Belajar Mengaji
Gunakan dan atur waktu belajar yang cocok dan pas untuk anak-anak sehingga mereka akan terbiasa untuk mulai belajar mengaji saat waktu belajar sudah mulia tiba. Namun sebelumnya harus memberi tahu kepada sang anak kalau waktu belajar mengaji dimulai hari dan jam yang telah ditetapkan, jika anak tidak setuju dengan waktu yang ditentukan, berilah opsi atau pilihan kepada sang anak

Selian waktu yang ditentukan untuk belajar mengaji, informasikan juga kepad anak tentang waktu-waktu yang digunakan oleh sang anak. Misalnya waktu untuk bermain, waktu untuk istirahat, waktu untuk mandi, dan waktu untuk bebas tanpa belajar dan waktu-waktu yang lainnya. Dan tentunya, jangan pernah membatasi waktu anak secara ketat, atur secara fleksibel

Penjelasan Kenapa Harus Mengaji
Banyak orang tua yang menginginkan anak-anak mereka pandai dalam mengaji, namun tidak sedikit yang tidak pernah memberi penjelasan kepada anak kenapa anak harus mengaji? Memberi penjelsan kepada sang anak kenapa harus mengaji tidak hanya untuk anak saja, akan tetapi juga digunakan untuk anak ketika dia berada di lingkungan masyarakat atau di sekolah. Misalkan ada orang lain atau guru bertanya; Kenapa harus mengaji?

Untuk penjelasan kenapa harus belajar mengaji? Masing-masing orang tua memiliki cara dan penjelasan yang berbeda. Disini kami hanya sedikit memberi penjelasan secara sederhana saja

Baca juga : Tips Belajar Mengaji Untuk Anak Sejak Balita

Al-Qur'an Always Everyday
Terbiasa dengan mendengarkan ayat-ayat Al Quran setiap hari akan memudahkan anak untuk terbiasa dengan Al Quran dan tentunya meraka akan ingin merasa tahu cara membaca Al Quran dan dari sinilah mereka akan memulai untuk belajar mengaji. Namun untuk membuat anak penasaran dengan ayat-ayat Al Quran yang didengarkan, jangan pernah mendengarkan anak-anak dengan lagu-lagu yang lain secara bersamaan

Disiplin dan Konsisten (Istiqomah)
Kebiasaan yang dilakukan orang tua terhadap anak-anak dalma hal apapun akan menghasilkan apa yang telah diajarkan orang tua kepada anaknya. Begitu juga dengan mengaji, membiasakan anak dan selalu mengajarkan anak mengaji akan membuat anak lebih mudah dalam belajar mengaji. Jika anak sedang tidak mood untuk mengaji, lakukan beberapa perubahan dalam mengajari anak belajar mengaji, jangan monoton atau membosankan. Misalnya menggunakan alat bantu berupa gambar atau layar bergerak

Sabar
Jangan pernah bosan dalam mengajari anak. Bahkan ketika anak sedang semangat-semangatnya untuk belajar mengaji dan orang tua tidak mood untuk memberi pelajaran mengaji, jangan biarkan rasa malas orang tua dalam mengajari anak menjadi boomerang. Karena jika anak tidak mendapatkan respon apa yang diinginkan, maka saat itulah anak juga mulai enggan untuk mengaji

Bersabarlah jika anak sangat lama dalam belajar mengaji, jika anak belum lancar-lancar dalam mengaji, jangan marah, jangan malas. Tanggungjawab orang tua selain memberi nafkah juga memberi ilmu yang bermanfaat untuk anak-anak

Rewards
Berilah apresiasi terhadap apa yang telah dilakukan oleh anak. Sekecil apapun yang berhasil dilakukan oleh seorang anak, hargai itu dan jangan pernah mengatakan sesuatu yang merendahkan dirinya dan melunturkan semangatnya. Berilah kebanggaan yang mendalam dengan yang dihasilkan anak. Dengan begitu anak akan merasa bangga dan selalu semangat untuk melakukannya lagi

Keteladanan Orang Tua
Ingin anak belajar mengaji secara otomatis tanpa perlu disuruh? Mengajilah!
Orang tua harus mengaji jika ingin anak-anak juga mengaji karena anak-anak pasti akan meniru dengan sendirinya jika melihat orang tua mengaji. Jadi jangan heran ketika anak bertanya saat mereka disuruh untuk mengaji dan menjawab seperti ini, "Mama Papa kok tidak mengaji?", "Ayah Bunda, ajari adek ngaji ya..", "Ayah Bunda, adek inginnya belajar mengaji sama bunda..."

Jika anak sudah menjawab dan meminta seperti itu, sedangkan orang tua tidak tahu bahkan tidak pernah mengaji, jangan heran jika anak tetap tidak mau belajar mengaji atau ogah-ogahan dalam mengaji

Jadi, dalam melatih dan mengajarkan anak untuk meperbuat hal-hal yang baik pasti menjadi sesuatu yang tidak bisa disepelekan. Karena pembangunan karakter anak hingga mereka dewasa nanti adalah berasal dari kebiasaan-kebiasaan yang baik yang telah dilakukan sejak dini

Begitu juga dengan mengajari anak untuk mengaji, tentunya yang menjadi kewajiban orang tua adalah orang tua harus bisa membaca Al Quran terlebih dulu. Jika orang tua tidak bisa membaca Al Quran, bagaimana cara megajari anak mengaji? Ke orang lain? Atau ke ustadz atau ustadzah? Guru terbaik bagi anak sejak usia dini adalah orang tua
Saturday, September 9, 2017

Anggota Tubuh Anak yang Perlu Dicium Orang Tua Setiap Hari Secara Islami

Anggota Tubuh Anak yang Perlu Dicium Orang Tua Setiap Hari Secara Islami - Sebagai orang tua kita semua tentu sangat menyayangi anak-anak kita, meskipun usia mereka sudah dewasa, sebagai orang tua tentu kita tetap menyayangi mereka sampai akhir hayat. Kasih sayang orang tua tentu berbeda dengan kasih sayang orang lain terhadap anak-anak kita. Dalam memberikan kasih sayang tersebut banyak cara yang dilakukan orang tua terhadap anak-anaknya, mulai dari perhatian, pelukan atau ciuman penuh kasih dengan jalinan ikatan sebagai orang tua dan anak

Anggota Tubuh Anak yang Perlu Dicium Orang Tua Setiap Hari Secara Islami

Terlebih jika anak-anak kita masih berusia dini, usia bayi atau usia anak-anak. Tingkah polah anak-anak kita membuat kita selalu gemes dibuatnya, selalu kita ingin berada disamping anak-anak, bermain bersama dan saking gemesnya kita selalu mencium anak-anak kita tersebut. Dan tahukah Anda bahwasannya dalam meberikan kasih sayang terhadap anak-anak kita dalam bentuk ciuman, tidak semua tubuh anak-anak kita harus dicium karena kalau kita menicum seluruh tubuh anak maka itu akan membuat anak merasa terganggu dan tidak merasa nyaman, malah akan membuat persepsi anak berubah

Secara islami, berikut beberapa anggota tubuh anak yang perlu dicium oleh orang tua setiap hari. Melalkukakn ciuman terhadap anak ini bukan mengajarkan anak untuk berbuat tidak baik akan tetapi memberikan respon kasih sayang dalam diri anak-anak yang dimunculkan oleh orang tuanya

Ciuman Kasih Sayang
  1. Di ubun-ubun; menunjukkan kebanggaan orangtua terhadap anak sambil didoakan agar menjadi anak soleh/sholehah, aamiin.
  2. Di dahi; menandakan orangtua redha atas keberadaan anak. Rasulullah s.a.w mencium Fatimah radiallahu anha di dahinya.
  3. Di kedua pipi; sambil mengucap masya Allah, sebagai tanda syauq (perasaan sayang dan rindu) orangtua terhadap anak.
  4. Di tangan anak; tanda mawaddah wa hubb (kasih sayang) sambil mengucap barakallah, sebagaimana Rasulullah s.a.w juga selalu mencium tangan putri tercinta : Fatimah r.a.
.
Sentuhan Kasih Sayang
  1. Menggosok belakang kepala anak, sebagai tanda kasih sayang dan perlindungan.
  2. Menggosok atas kepala atau ubun-ubun, menunjukkan kebanggaan orangtua terhadap anak.
  3. Mengusap dahi, sebagai tanda syauq (perasaan sayang dan rindu) terhadap anak.
  4. Kedua pipi, juga tanda mawaddah wa hubb (kasih sayang)
  5. Memegang kedua tangan, untuk menenangkan anak ketika perasaannya tampak kacau atau bingung.

Dan jangan lupa untuk selalu mendoakan anak-anak kita setiap hari, doa adalah kekuatan terbaik orang tua terhadap anak-anaknya, bukan harta benda atau mainan. Semoga Allah SWT selalu memberikan kesehatan terhadap anak-anak kita dan menjadikan anak-anak kita anak yang sholeh dan sholehah. Semoga bermanfaat
Saturday, August 12, 2017

Foto Anak yang Tidak Boleh Diunggah ke Media Sosial

Foto Anak yang Tidak Boleh Diunggah ke Media Sosial - Setiap orang tua pasti sangat senang dan bangga jika pada usia dini bakat dan kreatifitas anak sudah terlihat. Dengan adanya bakat yang dimiliki anak tersebut sebagai orang tua, pasti menginginkan agar orang lain juga bisa mengetahui keadaan dan keberadaan anak tersebut. Salah satu cara yang saat ini populer dan sering digunakan oleh orang tua agar anaknya menjadi terkenal adalah melalui sosial media facebook dan instagram adalah media sosial yang banyak digunakan untuk mempublish sesuatu yang terjadi disekitar kita, termasuk anak

Memposting foto bahkan video anak semakin menyenangkan ketika postingan tersebut mendapatkan banyak ribuan Like dan Share dari pengguna sosial media lainnya. Bahkan orang tua sendiri tidak tahu siapa saja yang ngLike dan ngShare postingan tersebut. Namun foto-foto dan video-video anak-anak yang menggemaskan ketika teriak-teriak lucu semakin banyak terpasang di sosial media tersebut

Foto Anak yang Tidak Boleh Diunggah ke Media Sosial
Apakah semua tindakan orang tua yang memposting foto-foto dan video anak-anak itu dibenarkan? Tentu saja tidak karena seperti yang ditulis diatas, media sosial yang kita gunakan tidak hanya suadara kita, teman-teman saja akan tetapi dari sekian orang yang kita kenal di sosial media, dibelakang orang-orang tersebut sangat banyak orang-orang yang tidak kita kenal yang juga sudah mengetahui semua postingan yang kita lakukan. Kita sebagai orang tua juga tidak mengetahui apakah orang-orang tersebut memiliki tujuan baik atau tidak dalam menggunakan sosial media

Dengan memposting ribuan foto anak, lokasi anak, lokasi rumah anak, tempat anak bermain, dan video-video anak sama halnya akan memberikan akses bebas yang bisa dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab

Lantas foto anak yang tidak boleh diunggah ke media sosial seperti apa saja? Berikut beberapa foto anak yang tidak boleh di share ke sosial media agar privacy anak tetap terjaga

Foto anak bersama temannya
Saat foto bersama teman-temannya, jangan pernah memberi tanda dalam foto tersebut kalau anak anda berada diantara teman-temannya yang ada didalam foto. Selain itu, juga jangan memberikan lokasi dimana foto itu diambil jika lokasi yang dimaksud adalah tempat tinggal atau rumah anda atau rumah teman anda

Sekolah anak
sekolah adalah tempat yang sangat mudah diakses oleh siapapun saja, sekalipun sekolah tersebut adalah sekolah favorit dengan keamanan yang ketat namun ketika anak sudah pulang sekolah, maka tidak ada tempat teraman lagi yang mereka dapatkan. Untuk itu ketika orang tua sedang mengantar ke sekolah atau menjemput anak pulang sekolah jangan sekali-kali memberi tanda lokasi, nama sekolah dan kelas berapa di status foto si sosial media anda, karena hal tersebut akan mempermudah orang-orang yang akan berniat jahat

Anak telanjang
Foto telanjang yang sering dilakukan oleh orang tua dan mempublishnya ke sosial media adalah ketika memandikan anak, mereka beranggapan dan bahkan ingin memberitahu kalau anaknya sedang mandi dan lucu bingit ketika dimandikan. Padahal hal tersebut sangat beresiko, dan mempermudah orang lain mengincar anak anda

Identitas anak
Pernah membuat nama anak di baju mereka? Nah, sebenarnya cara tersebut juga tidak boleh dilakukan, biarkan identitas anak anda hanya anda yang tahu dan orang-orang terdekat anda. Sama halnya ketika di sosial media, hindari memasang nama anda, cukup ditulis misalnya; buah hati mama, anak kesayangan mama udah gede, dll. Jika ada orang yang anda kenal bertanya mengenai namanya, cukup sebutkan nama panggilannya saja. Jika masih memaksa, cukup nama panggilannya saja, jangan mudah terpancing dengan keinginan orang lain, meskipun orang tersebut sudah anda kenal

Ingat dibelakang orang yang anda kenal, sangat banyak orang-orang yang tidak anda kenal

Keselamatan, kenyamanan dan ketenangan anak ada apada orang tua. Lindungilah mereka sebelum mereka benar-benar siap dan mengetahui bagaimana cara bersosial yang baik dan mengenali lingkungannya. Semoga bermanfaat