Kamis, 14 September 2017

Belajar Mengaji, Haruskah Anak Belajar Ilmu Tajwid?

Belajar Mengaji, Haruskah Anak Belajar Ilmu Tajwid? Pada usia dini atau pada usia 1 tahun atau saat anak sudah mulai bisa mengucapkan kata-kata, anak sudah bisa diperkenalkan dengan ayat-ayat sucia Al Quran, baik itu melalui orang tua yang mengaji atau melalui audio. Namun bagaimana dengan tajwid dari setiap bacaan Al Quran tersebut? Haruskah anak juga belajar ilmu Tajwid? Tidak harus, karena jika mengaji sudah melafalkan setiap bacaan Quran dengan baik dan benar, maka setiap bacaan yang didengar anak tersebut sudah merupakan satu kesatuan yang langsung bisa diadopsi oleh sia anak. Ingat, dalam beberapa artikel sebelumnya, kami pernah menjelaskan kalau anak adalah peniru terbaik yang ada di dunia ini. Begitu juga dengan baca-bacan Quran yang didengar oleh anak setiap hari, anak akan lebih mengaplikasikannya secara baik

Belajar Mengaji, Haruskah Anak Belajar Ilmu Tajwid

Baca artikelnya: Anak Adalah Peniru Terbaik Setiap Tindakan

Belajar Mengaji, Haruskah Anak Belajar Ilmu Tajwid?

Belajar ilmu tajwid memang bisa dilakukan oleh siapa saja, khususnya bagi mereka yang benar-benar ingin belajar membaca Al Quran atau yang membaca Al Quran harus mengetahui setiap bacaan panjang pendek yang ada dalam Al Quran. Berikut kami jelaskan mengenai ilmu Tajwid yang perlu dan harus dipelajari oleh setiap orang atau anak-anak

ilmu Tajwid adalah ilmu yang mempelajari tentang cara mengucapkan huruf-huruf hijaiyah dengan baik dan benar dalam Al Quran. Didalam ilmu Tajwid, ada beberapa hal dasar yang wajib diketahui dan dipelajari yaitu cara pengucapan huruf, makhroj, panjang pendek bacaan, hubungan antar bacaan, dan sebagainya

Jadi membaca Al Quran tidak sama dengan membaca tulisan biasa. Untuk tulisan biasa, kita hanya memperhatikan tanda bacaan saja yaitu titik, koma, tanda tanya dan tanda seru

Berikut macam-macam bacaan dalam Al Quran susai dengan ilmu Tajwid:
Idzhar
Izhar secara bahasa artinya jelas atau terang. Bacaan izhar digolongkan menjadi dua macam: Idzhar Halqi dan Idzhar Syafawi

Idzhar Halqi
Izhar halqi merupakan bacaan tajwid berupa nun mati atau tanwin bertemu dengan huruf-huruf idzhar halqi. Cara membacanya adalah jelas, tidak didengungkan. Huruf-huruf idzhar halqi yaitu:

ﻫ أ ح خ ع غ

Berikut ini contoh bacaan idzhar halqi

وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

Idzhar Syafawi
Hukum bacaan syafawi terjadi jika mim sukun bertemu dengan huruf hijaiyyah selain mim dan ba. Cara membacanya jelas, tanpa dengung. Contoh bacaan idzhar syafawi:

Contoh Idzhar Syafawi
هُمْ نَائِمُوْنَ

= hum naaaaaimuuna

قُلْ نَعَمْ وَاَنْتُمْ

= qul na‘am wa antum

اَنْتُمْ دَاخِرُوْنَ

= antum daakhiruuna

اَمْ لَمْ تُنْذِرْهُمْ

= am lam tundzirhum

يَمْكُرُوْنَ

= yamkuruuna

اَمْهَلْهُمْ رُوَيْدًا

= amhilhum ruwaidan


Ikhfa
Ikhfa secara bahasa berarti samar. Bacaan ikhfa dibagi menjadi dua macam, yaitu ikhfa haqiqi dan ikhfa syafawi.

Ikhfa Haqiqi
Ikhfa haqiqi terjadi jika nun mat / tanwin bertemu huruf ikhfa. Adapun jumlah huruf ikhfa haqiqi ada 15 huruf. Cara membaca bacaan ikhfa haqiqi yaitu dengan samar-samar, panjang dengungannya 2 harakat. Huruf ikhfa haqiqi:

ت – ث – د – ذ – ز – س – ش – ص – ض – ط – ظ – ف – ق – ك

Berikut ini contoh bacaan ikhfa haqiqi
وَمِن دُونِهِمَا جَنَّتَانِ

Ikhfa Syafawi
Ikhfa syafawi merupakan hukum bacaan yang terjadi apabila mim mati bertemu dengan ba. Dengan kata lain, huruf ikhfa syafawi hanya ب. Cara membacanya yaitu dengan didengkungkan, panjang dengungannya 2 harakat.

Berikut ini contoh bacaan ikhfa syafawi
اِنَهُمْ بِدَالِكَ

= innahummng bidzaalika

تَرْمِيْهِمْ بِحِجَارَةٍ

= tarmiihimmmng bihijaarotin

لِكُمْ بَلَاءٌ

= lakummmng balaaaaaa um

وَمَاهُمْ بِخَارِجِيْنَ

= wa maa hummmng bikhoorijiina


Idgham
Idgham (ﺇﺩﻏﺎﻡ) artinya meleburkan. Dalam hukum nun mati, idgham artinya meleburkan huruf nun mati / tanwin. Pada hukum nun mati, idgham dibagi menjadi dua macam, yaitu idgham bighunnah dan idgham bilaghunnah. Selain kedua idgham tersebut, ada juga bacaan idgham lainnya yang kaitannya dengn mim mati. Ada 6 huruf idgham: Ya', Ra', Mim, Lam, Waw and Nun
ي ن م و ل ر

Untuk mempermudah hafalan, huruf-huruf tersebut dapat digabungkan menjadi ‘yarmalun’.

Igham Bighunnah
Idgham bighunnah terjadi jika ada nun sukun / tanwin bertemu dengan salah huruf idgham, kecuali lam dan ra. Secara bahasa, ghunnah berarti dengung. Cara membacanya yaitu dengan meleburkan nun mati / tanwin diikuti dengan dengng.

Contoh bacaan idgham bighunnah
Contoh Nun [نْ] Sukun dan Tanwin[ًٌٍ] bertemu Ya [ي]
لِمَنْ يَرَى

Tulisan aslinya adalah liman yaraa, dan dibacanya adalah limayyaraa

اَنْ يَتُوْبُ

Tulisan aslinya adalah an yatuubu dibacanya adalah ayyatuubu

وُجُوْهٌ يَوْمَئِذٍ

Tulisan aslinya adalah wujuuhun yaumaidzin, dibacanya adalah wujuuhuyyaumaidzin

لِقَوْمٍ يُوْقِنُوْنَ

Tulisan aslinya adalah liqoumin yuuqinuuna, dibacanya adalah liqoumiyyuuqinuuna


Contoh Nun [نْ] Sukun dan Tanwin[ًٌٍ] bertemu waw [و]
مِنْ وَرَائِهِمْ

Tulisan aslinya adalah man waraa ihim, dan dibacanya adalah mawwaraa ihim

عِوَجاًوَلاَاَمْتاَ

Tulisan aslinya adalah ‘iwajaan wa laa amtaa dibacanya adalah ‘iwajaawwa laa amtaa

عَذاَبٌ وَاصِبٌ

Tulisan aslinya adalah ‘adzaabun waasibun, dibacanya adalah ‘adzaabuwwaasibun

قُوَةٍ وَلاَ ناَصِرٍ

Tulisan aslinya adalah quwwatin wa laa naashirin, dibacanya adalah quwwatiwwa laa naashirin


Contoh Nun [نْ] Sukun dan Tanwin[ًٌٍ] bertemu mim [م]
نَكُنْ مَعَكًمْ

Tulisan aslinya adalah nakun ma‘akum, dan dibacanya adalah nakumma‘akum

فَتْحاً مُبِيْناً

Tulisan aslinya adalah fathan mubiinan dibacanya adalah fathammubiinan

لَكَفُوْرٌمُبِيْنٌ

Tulisan aslinya adalah lakafuurun mubiinun, dibacanya adalah lakafuurummubiinun

مِنْ ماَءٍمَهِيْنٍ

Tulisan aslinya adalah min maaa in mahiinin, dibacanya adalah mimmaaa immahiinin. Untuk contoh ini ada 2 sekagus, yaitu nu sukun bertemu mim yang berwarna merah, dan tanwin [kasroh tanwin] bertemu mim yang berwarna biru


Contoh Nun [نْ] Sukun dan Tanwin[ًٌٍ] bertemu nun [ن]
مِنْ ناَصِرِيْنَ

Tulisan aslinya adalah min naa shiriina, dan dibacanya adalah minnaa shiriina

عَنْ نَفْسِهِ

Tulisan aslinya adalah ‘an nafsihi dibacanya adalah annafsihi

حِطَةٌ نَغْفِرْلَكُمْ

Tulisan aslinya adalah hiththotun naghfirlakum, dibacanya adalah hiththotunnaghfirlakum

دَرَجاَةٍ مَنْ نَشَاءَ

Tulisan aslinya adalah darajaatin man nasyaa a, dibacanya adalah darajaatimmannasyaa a. Dalam kasus ini ada dua idhgom bi ghunnah, yaitu tanwin bertemu mim [warna biru], dan nun sukun bertemu nun yang berwarna merah.


Idgham Bilaghunnah
Idgham bilaghunnah yaitu bacaan tajwid berupa meleburkan nun mati / tanwin tidak diikuti dengan dengung. Ada dua huruf idgham bilaghunnah, yaitu ra dan lam.

Contoh bacaan idgham bilaghunnah
Contoh bacaan idgham Bilaghunnah untuk nun mati / tanwin bertemu huruf lam
مِنْ لَدُنْكِ

Tulisan aslinya adalah min ladunka, tetapi dibaca milladunka
لَطِيْفٌ لِمَا

Tulisan aslinya adalah lathiifun limaa, tetapi dibaca lathiifullimaa
قَلِيْلٍ لَيُصْبِحُ

Tulisan aslinya adalah qoliilin layushbihu, tetapi dibaca qoliilillayushbihu
ذِكْرٌلِلْعَلِلَيْنَ

Tulisan aslinya adalah dzikrun lil’alilaina, tetapi dibaca dzikrullil’alilaina

Contoh bacaan idgham Bilaghunnah untuk nun mati / tanwin bertemu huruf ra
فَمَنْ رَبُكُمَا

Tulisan aslinya adalah faman robbukumaa, tetapi dibaca famarrobbukumaa
عِيْشَةٍ رَا ضِيَةٍ

Tulisan aslinya adalah ‘iisyatin roodliyatin, tetapi dibaca ‘iisyatirroodliyatin
غَفُوْرٌرَحِيْمٍ

Tulisan aslinya adalah ghofuurun rohiimin, tetapi dibaca ghofuururrohiimin
مِنْ رَبٍ رَحِيْمٍ

Tulisan aslinya adalah min robbin rohiimin, tetapi dibaca mirrobbirrohiimin
Dalam contoh kasus ini ada 2 buah idgham bilaghunnah, yaitu min robbin, dibaca mirrob dan bin rohiim dibaca birrohiim

Idgham Mitslain
Idgham mitslain merupakan bacaan yang terjadi jika mim mati bertemu dengan mim. Idgham mislain disebut juga idgham mimi atau idgham syafawi.

Contoh bacaan idgham mitslain
لَهُمْ مَايَتَقُوْنَ

= lahummmmaa yattaquuna

هُمْ مَااِنْفَقُوْا

= hummmmaa infaquu

لَكُمْ مَا سَاَلْتُمْ

= lakummmmaa saaltakum

كُنْتُمْ مُسْلِمِيْنَ

= kunnngtummmmusliina


Idgham Mutaqaribain
Idgham muttaqariban merupakan hukum bacaan berupa bertemunya huruf yang makhrajnya hampir sama, akan tetapi sifatnya berbeda, yaitu pada huruf berikut ini. Adapun cara membacanya yaitu dengan langsung membaca huruf kedua secara bertasdid (huruf pertama tidak usah dibaca).

Contoh bacaan idgham mutaqaribain
اِرْكَبْ مَعَنَا = اِرْكَ مَّعَنَا– اَلَمْ نَخْلُقْكُمْ = اَلَمْ نَخْـلُـكُّمْ

Idgham Mutajanisain
Idgham mutajanisain merupakan bacaan berupa bertemunya dua huruf yang berbeda, tetapi makhrajnya sama. Berikut ini huruf-huruf yang dimaksud.

Contoh bacaan idgham mutajanisain
اِرْكَبْ مَعَنَا = اِرْكَ مَّعَنَا– اَلَمْ نَخْلُقْكُمْ = اَلَمْ نَخْـلُـكُّمْ

Idgham Mutamatsilain
Idgham mutamatsilain merupakan bacaan berupa bertemunya huruf bersukun dengan huruf yang sama yang berharokat. Misalnya بَ dan بْ. Namun, dengan beberapa pengecualian sebagai berikut:
  • nun sukun dengan nun berharokat -> bacaan idgham bighunnah
  • mim sukun dengan mim berharokat -> bacaan idgham mislain
  • huruf-huruf mad ا و ي -> dibaca panjang sesuai dengan hukum bacaan mad

Contoh bacaan mutamatsilain
قَدْ دَخَلُوْا = قَدَّخَلُوْا – اِضْرِبْ بِعَصَاكَ = اِضْرِبِّعَصَاكَ

Qalqalah Sughro / Kecil
Qalqalah sughro terjadi apabila salah satu huruf qalqalah berbaris mati karena sukun, bukan karena waqaf.

Contoh bacaan qalqalah sughro / kecil
يَقْطَعُوْنَ * إِلاَّ إِبْلِيْسَ * وَمَا أَدْرَاكَ

Qalqalah Kubra / Besar
Bacaan qalqalah kubra terjadi apabila salah satu huruf qalqalah dimatikan karena adanya waqaf atau berhenti (huruf qalqalah terletak di akhir ayat).

Contoh bacaan qalqalah kubra / besar
مَا خَلَقَ * أُوْلُوا اْلأَلْبَابِ * زَوْجٍ بَهِيْجٍ

Contoh lainnya bisa dilihat pada akhir tiap-tiap ayat surat Al-Ikhlas

Baca Artikel: Tips-Tips Belajar Mengaji Untuk Anak

Demikian pembahasan tentang ilmu tawjid ini. Pembahasan diatas hanya dasarnya saja dan belum lengkap, masih banyak yang belum dibahas, seperti hukum bacaan mad, tanda-tanda waqaf, hukum bacaan ra, lam alif, dan sebagainya. Semoga dengan pembahasan sederhana ini bisa memberikan bermanfaat untuk Anda yang sedang belajar ilmu tajwid

Tags :

Artikel Terkait : Belajar Mengaji, Haruskah Anak Belajar Ilmu Tajwid?