Pola Bermain & Bentuk Permainan Bisa Memicu Pelecehan & Kekerasan Seksual Anak

Pola Bermain & Bentuk Permainan Bisa Memicu Pelecehan & Kekerasan Seksual Anak

Pola Bermain & Bentuk Permainan Bisa Memicu Pelecehan & Kekerasan Seksual Anak

Pola Bermain & Bentuk Permainan Bisa Memicu Pelecehan & Kekerasan Seksual Anak - Saat ini perkembangan gadget khususnya smartphone semakin canggih, selain canggih ternyata benda elektronik tersebut juga sangat mudah didapatkan dengan harga yang cukup murah dan hampir semua kalangan sudah memilikinya, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa tua sudah menjadikan sebuah smartphone (ponsel) sebagai satu-satunya benda yang mungkin bisa menghibur dikala sendiri

Pola Bermain & Bentuk Permainan Bisa Memicu Pelecehan & Kekerasan Seksual Anak

Khususnya untuk anak-anak, 36 tahun yang lalu mungkin bermain petak umpet, bermain kelereng, bermain gelang karet, bermain kertas gambar, bermain rumah-rumahan, bermain pasar-pasaran, dan permainan lainnya merupakan permainan favorit yang selalu saya mainkan waktu kecil, hampir semua permainan waktu itu adalah permainan favorit dan tidak ada bosannya saya bersama teman kecil saya dulu selalu bermain. Sungguh menyenangkan waktu kecil saya dulu, bermain dikampung didepan rumah, di tanah lapang atau disungai sambil menangkap ikan-ikan kecil merupakan kebahagian tersendiri dan menjadi kenangan hingga saat ini

Sepertinya, dulu saya bersama teman bermain tak kenal lelah, meskipun hujan saya dan teman-teman bahkan tambah semangat berlarian di pematang sawah sambil mengejar burung-burung yang kebasahan. Sungguh suasanan yang kini jarang saya temui saat ini. Dan sekarang.. Permainan seperti yang telah disebutkan diatas, sudah jarang saya temui di kampung saya sendiri. Sudah jarang saya temui permainan petak umpet, permainan gelang karet, kelereng, dan sebagainya. Bagaimana dengan anak-anak yang tinggal diperkotaan, diperumahan? Apakah mereka masih merasakan dan menikmati permianan tradisional tersebut? Saya yakin untuk saat ini sudah banyak yang beralih kepermainan yang lebih modern, lebih mudah dilakukan, tanpa debu, tanpa keringat, bahkan tanpa teman didekatnya yang ada hanyalah teman yang jauh disana yang terhubung dengan media telekomunikasi yaitu smartphone

Yah, ternyata permainan anak sekarang sudah sangat mudah dilakukan yaitu hanya dengan menggunakan sebuah ponsel pintar, semua permainan yang diinginkan oleh sang anak akan sangat mudah didapat dan dimainkan. Namun bunda, tahukah anda kalau dibalik semua permainan yang ada di ponsel pintar tersebut tidak semuanya untuk anak-anak karena disana banyak sekali pola bermain dan bentuk permainan yang bisa membentuk karakter dan kepribadian anak bisa berubah. Salah satunya adalah kejadian-kejadian yang sering terjadi saat ini yaitu kekerasan yang dilakukan oleh anak bahkan sampai kebentuk pelecehan seksual yang pelakunya juga seorang anak-anak. Sungguh miris...

Lantas siapa yang salah dengan perubahan sang anak tersebut? Orang tua? Bisa juga, guru di sekolahan? Bisa juga.. Namun semua itu kembali kepada sang anak yang mendapat pengaruh buruk dari pergaulan mereka saat bermain, baik itu pengaruh dari temannya sendiri, dari temannya teman, dan dari orang lain seperti penjual asongan di sekolah yang juga bisa memperngaruhi anak untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang sejatinya tidak mereka (anak) ketahui namun berdampak buruk bagi anak tersebut

Kami pernah mendapatkan sebuah kabar kalau pedagang asongan yang ada disekolah pernah atau ada yang melakukan dan mempengaruhi anak untuk menonton sebuah video yang ada di ponsel sang pedagang dan setelah ditelusuri ternyata video yang diperlihatkan tersebut adalah video tindakan tidak senonoh (video p***o). Sungguh ini sangat berbahaya dan bisa mempengaruhi anak

Jadi banyak faktor yang bisa mempengaruhi pola bermain anak serta bentuk permainan yang dimainkan oleh sang anak yang bisa mempengaruhi karakter dan kepribadian anak. Salah satunya yang saat ini perlu diperhatikan oleh orang tua adalah penggunaan ponsel, pastikan anak untuk tidak menggunakan ponsel sebelum waktunya. Anak boleh menggunakan ponsel jika anak tersebut berada disamping orang tua atau didampingi oleh orang tua. Jika anak terpaksa untuk membawa ponsel, pastikan orang tua untuk melakukan pengecekan terhadap ponsel anak tersebut

Hal-hal yang perlu di cek yang ada di ponsel anak adalah; gambar atau photo, video atau film dan game atau aplikasi yang berisi tampilan yang tidak pantas untuk dilihat, ditonton atau dimainkan oleh sang anak. Jangan sampai sebuah ponsel mempengaruhi buah hati anda..
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar