Wednesday, June 8, 2016

Apakah Anak Balita Perlu Sekolah Sejak Dini?

Apakah Anak Balita Perlu Sekolah Sejak Dini? - Senang rasaya saat melihat anakku yang masih berusia 3 tahun sudah merengek minta ikut sekolah bersama tantenya yang juga seorang guru PAUD di sebuah sekolah di desa ku. Memang sebelumnya aku sudah membelikan sebuah tas mungil buatnya karena melihat masnya punya tas dan waktu melihat anak ku ini, dalam hati berdoa "Semoga jadi ada yang sholehah, berguna bagi orang lain, pintar, sehat selalu dan tidak nakal". Namun terbesit dalam benatku, apakah anak balitas perlu sekolah? Mengingat usia anakku masih 3 tahun dan masih memiliki waktu yang cukup banyak untuk bermain

Apakah Anak Balita Perlu Sekolah Sejak Dini

Apakah bunda juga pernah berpikiran seperti? Apakah anak balitas saya perlu sekolah sejak dini? Tentu pernah dong bun, dan sangat bahagia sekali jika anak-anak kita sudah mau ke sekolah, meskipun itu hanya sekedar ikut-ikutan atau untuk memperkenalkan dunia sekolah sejak dini. Apakah itu perlu dilakukan? Bahkan ada banyak orang tua yang beranggapan, termasuk saya, jika anak disekolahkan sejak dini maka kita akan beranggapan anak semakin pintar dan mudah untuk ke sekolah, bahkan saat ini sudah ada sekolah untuk anak dibawah usia 3 tahun yaitu play group khusus bayi

Benarkah anak bayi yang disekolahkan bisa menjadi lebih pintar karena sudah lebih siap dari anak yang tidak sekolah sejak dini? Atau jangan-jangan jika anak disekolahkan sejak dini akan membuat takut kembali ke skolah?

Ternyata menurut ahli Psikolog & Play Therapist, anak bayi yang masih berusia dibawah 3 tahun tidak perlu dimasukkan ke sekolah. Karena anak-anak masih belum siap menerima perubahan yang terjadi padanya. Sebaiknya anak mendapatkan pendidikan pertama dari dalam keluarga yaitu dari orang tua. Belajar dan bermain di rumah lebih baik daripada belajar di sekolah. Dengan belajar di rumah, anak akan lebih nyaman dan lebih mengenai berbagai bentuk permainan yang bisa dijadikan pembelajaran kelak. Dengan belajar di rumah, juga mempersiapkan keadaan anak yaitu belajar secara mandiri sebelum benar-benar belajar di sekolah

Dari pada di sekolah, anak lebih banyak mengenai berbagai benda, warna, dan bentuk secara mudah karena setiap hari dia akan bermain dengan mainannya tersebut dan setiap hari orang tua akan mengajari bermain, bernyanyi, belajar mengenal huruf dan angka, belajar mengaji dan berdoa, serta belajar mandi, gosok gigi dan bagaimana cara menggunakan pakaian yang terkadang pelajaran ini tidak ada di pendidkan Play group, PAUD atau TK sekalipun

Untuk itu, peran orang tua dan keluarga dalam menyiapkan masa depan anak khususnya sebelum masuk sekolah atau belajar mengaji di musholla sangat dibutuhkan. Khusus belajar mengenal diri sendiri, lingkungan dalam rumah, dan orang lain (sudara) dalam rumah atau diluar rumah

Dan juga, alasan lain kenapa anak balita belum perlu sekolah adalah karena karakter anak pada usia 3 tahun kebawah belum terlihat oleh orang lain, belum dipahami oleh orang lain dan hanya orang tua yang bisa memahami sang anak. Jika anak usia dibawah 3 tahun sudah masuk ke sekolah, maka pembimbing anak di sekolah tidak akan fokus memberikan arahan yang baik karena banyak anak yang diawasi dan diperhatikan. Bukankah jika anak usia dini masuk sekolah orang tuanya juga ikut mengantarkan dan menemaninya? Betulkan?

Apakah Anak Balita Perlu Sekolah Sejak Dini?

Betulkan anda akan menemani anak anda saat mereka masuk pertama kali ke sekolah? Padahal usia anak masih dibawah 3 tahun, dan bagaimana keadaan anak saat di sekolah? Tentu mereka akan banyak terdiam dan selalunya mau bersama anda. Memang betul memasukkan anak pada usia dini membantu anak memperkenalkan mereka pada lingkungan luar seperti yang pernah dijelaskan pada artikel: Mengapa Anak Saya Menangis Waktu Masuk Sekolah?, tetapi belum waktunya dan lebih baik didik dan latih anak di rumah dengan baik dengan melakukan beberapa panduan yang bisa anda lakukan berikut ini:

  • Biarkan anak bermain dan bereksplorasi di dalam atau di luar ruangan didalam rumah (baik secara fisik maupun mental). Tantangan dan hal baru yang ditemui akan membantu perkembangan mereka. Bagaimana kalau di sekolah? Di sekolah anak mungkin akan selalu mendapat teguran dari sang pendidik (guru) dan kemungkinan besar akan disuruh unutk diam ditempatnya. Kenapa? Karena pendidik akan merasa kewahalan jika 15 murid yang berusai 3 tahun harus berlarian kesana kemari didalam kelas. Dan juga anak tidak mendapatkan kebebasan belajar diluar sekolah, kecuali jalan-jalan (jalan kaki) yang bisanya dilakukan 2x seminggu
  • Berikan kebebasan kepada anak belajar mandiri dan mengekspresikan perasaan serta keadaan mereka. Bagaimana dengan sekolah? Keterbatasan ruang membuat anak-anak tidak bebas melakukannya
  • Biarkan anak belajar hal baru dan belajar dari kesalahan yang mereka lakukan. Dirumah orang tua bisa menyediakan berbagai bentuk permainan yang bisa dimainkan oleh anak-anak dan mereka bisa belajar berpikir jika ada kesalahan yang mereka perbuat dengan mainnya tersebut. Bagaimana dengan di sekolah? Anak mungkin akan jadi minder jika melakukan kesalahan dan langsung berlarian memeluk orang tua yang menemani mereka
  • Berilah waktu bermain yang cukup dan seimbang dengan istirahat mereka serta ajaklah anak-anak untuk mengenal dunia luar, baik itu melalui buku bergambar khusus anak atau rekreasi
  • Berikan kebebasan anak dalam memilih kegiatan bermain dan permainan yang mereka inginkan. Orang tua bisa mengajak anak-anak bermain di wahan permainan khusus anak atau membelikan mainan yang disenangi anak. Di sekolah keterbatasan sarana dan pra sarana menjadikan anak-anak terbatas dalam mengasah kemampuan mereka. Ingat, anak bermain bukan hanya sekedar bermain akan tetapi ada pembelajaran yang anak dapatkan

Bagaimana menurut anda? Apakah anak balita perlu sekolah sejak dini? Atau sekolah harus mempersiapkan diri lebih komplit untuk anak-anak dibawah usia 3 tahun tanpa ditemani oleh orang tua? Pilihan ada ditangan anda dan sekolah. Semoga bermanfaat

Artikel Terkait : Apakah Anak Balita Perlu Sekolah Sejak Dini?