Pengaruh Sinetron Terhadap Tumbuh Kembang & Perilaku Anak

Pengaruh Sinetron Terhadap Tumbuh Kembang & Perilaku Anak

Pengaruh Sinetron Terhadap Tumbuh Kembang & Perilaku Anak

Pengaruh Sinetron Terhadap Tumbuh Kembang & Perilaku Anak - Hmm kalau dilihat dari judul artikel ini seperti judul riset atau skripsi saja ya, "Pengaruh Sinetron Terhadap Tumbuh Kembang & Perilaku Anak" tapi bagus juga loh buat judul tugas akhir bagi mahasiswa yang mau lulus kuliah. Okey, jika berbicara sinetron tentu yang ada dipikiran kita adalah para pemainnya yang cantik dan ganteng, yang unik dan lucu sehingga membuat kita sebagai penonton ada yang suka atau ngefans dengan artis tersebut. Bahkan saking terhanyut dengan cerita sinetron tersebut kita bahkan dibuat marah atau mangkel, kasihan yang membuat para penonton jadi terharu dan menangis.. Hmm namun pernah kita berpikir akan pengaruh sinetron tersebut terhdapa diri kita? Padahal tanpa kita sadari sinetron tersebut sudah mempengaruhi kita, seperti yang telah disebutkan, kita marah, kita menangis, kita benci dengan alur cerita dari sinetron tersebut bahkan terhadap pemain sinetron pun juga marah dan membencinya. Tentu kita tidak menyadarinya bukan? Boro-boro kita sadar... nah jika kita saja sebagai orang tua yang menonton sinetron tersebut sudah mendapat pengaruh seperti itu dan pengaruh tersebut tanpa kita sadari, bagaimana dengan anak-anak kita yang menonton sinetron tersebut? Nah melalui artikel "Pengaruh Sinetron Terhadap Tumbuh Kembang & Perilaku Anak" mari kita bahas bersama-sama...

Baca: Mengatasi kebisaan buruk pada anak

Benarkah ada pengaruh sinetron terhadap perilaku anak? Jika membaca sedikit ulasan diatas, orang tua atau kita yang dewasa saja bisa larut dan terpengaruh oleh alur cerita dari sinetron seperti menangis, terharu, marah, benci dan senang terhadap para pemain sinetron atau artis tersebut, bagaimana dengan anak-anak yang menonton sinetron tersebut? Untuk orang dewasa mungkin pengaruh sinetron masih bisa diatasi oleh mereka sendiri, bagaimana mereka mengambil sikap, apakah mereka akan selalu larut dalam alur cerita sinetron atau tidak, namun kebanyakan mereka akan berpikir dengan sendirinya dan menyadarinya sekalipun ketika menonton sinetron mereka benar-benar terbawa, namun setelah sinetron ini selesai, mereka akan berkata kepada diri mereka sendiri "Ah, itu kan cuma sinetron, kenapa saya jadi gini...". Jika orang tua atau kita bisa berpikiran seperti itu, berarti pengaruh sinetron itu tidak ada apa-apanya dan hanya terjadi waktu menonton sinetron tersebut. Lantas bagaimana dengan anak-anak kita? Apakah pengaruh sinetron ada untuk anak-anak kita? Baik itu pengaruh untuk tumbuh kembangnya atau perilakunya

Pengaruh Sinetron Terhadap Tumbuh Kembang & Perilaku Anak

Pengaruh Sinetron Terhadap Tumbuh Kembang & Perilaku Anak

Seperti yang telah saya bahas di beberapa artikel yang ada di blog ini, saya sering dan selalu menyinggung kalau seorang anak itu adalah individu yang sangat unik, selama masa pertumbuhannya tersebut, mereka bisa jadi apa saja yang mereka mau dan akan mereka lakukan. Mau jadi superman, mereka akan meminta dibelikan baju yang mirip dengan baju spiderman, mau jadi batman mereka langsung meminta kepada orang tuanya, mau jadi pendekar? mereka pun dengan mudah melakukannya dengan melompat kesana kemari, nendang sana nendang sini, mau jadi pembalap? mau jadi polisi? mau jadi tentara? mereka cukup meminta dibelikan mobil atau motor, baju polisi dan tentara. Dan seabrek keinginan yang mereka mau akan mereka dapatkan dengan mudah! Namun bagaimana dengan orang tua? Apakah mereka sanggup untuk memenuhi keinginan mereka tersebut? Agar anak-anak menjadi puas dan senang? Atau orang tua harus selektif dan memberikan arahan mana yang baik dan tidak yang disesuaikan dengan kemampuan anak yang sebenarnya? Nah ada dua pilihan yang harus dilakukan oleh orang tua; Keinginan dan Kemampuan

Jika orang tua mengikuti keinginan anak yang sebanyak mereka mau, pasti tidak akan baik untuk pertumbuhan dan perkembangan serta perilaku anak kedepannya, karena dengan membiarkan anak mendapatkan apa yang mereka mau, kemungkinan besar akan menjadikan anak tersebut menjadi individu yang tergantung kepada orang tua dan atau bahkan orang lain, menjadi individu yang boros, menjadi individu yang tidak mandiri, menjadi individu yang konsumtif, dan menjadi individu yang mau enaknya sendiri dan tidak akan berusaha dengan kemampuan yang mereka miliki. Dan jika anak sudah seperti itu kedepannya, maka jangan salahkan mereka, yang harus disalahkan adalah orang tua mereka yang membiarkan anak-anak mereka seperti itu yang tidak mampu mengarahkan ke hal-hal yang lebih baik

Namun jika orang tua mampu mengarahkan semua keinginan anak tersebut sesuai dengan kemampuan anak-anak maka anak-anak akan mendapatkan hal-hal yang lebih baik dan memberikan pengalaman terhadap hal-hal yang lainnya yang tidak sesuai dengan kemampuan mereka atau dengan sekedar tahu. Selama masa anak-anak, mereka cenderung memiliki sikap untuk menguasai, dan yang mampu memberikan arahan yang tepat dan bijak adalah orang tua, bukan benda atau mainan yang mereka dapatkan

Lantas bagaimana dengan pengaruh sinetron terhadap tumbuh kembang dan perilaku anak yang selama ini ada yang menghakimi, "oh jangan menonton sinetron itu, sinetron itu tidak mendidik..", "oh sinetron itu tidak cocok untuk anak-anak.." dan seterusnya... Bunda, bukannya saya mau membela sinetron tersebut tapi kita semua tahu, sinetron itu hiburan yang juga memiliki hak siar dan hak tayang yang tentunya sudah memiliki syarat dan peraturan dari hak siar dan hak tayang tersebut dan mungkin juga sudah ada perjanjian untuk tayangan seperti ini tidak melanggar hak siar dan hak tayang. Lantas solusinya bagaimana untuk anak-anak kita jika melihat sinetron tersebut?

Solusi yang tepat agar anak-anak tidak terpengaruh oleh sinetron di tv atau bukan hanya sinetron tapi tayangan lainnya, adalah dengan tidak melihat dan menonton tv. Titik, selesai..

Benar bukan? Dengan tidak menonton tv, maka anak-anak akan bebas dari pengaruh sinetron dan tayangan lainnya. Bahkan saya pernah dengar ada gerakan yang anti-televisi yaitu dengan tidak menyediakan televisi di rumah dengan harapan anak-anak bebas dari berita dan tayangan tv yang menurut mereka banyak negatifnya. Apakah kalian juga pernah dengar gerakan anti-televisi tersebut? Jika didalam rumah tidak televisi, lantas bagaimana kita mendapatkan sebuah berita? Misalnya, ada kejadian hutan terbakar yang mengakibatkan 1 orang meninggal, karena tidak ada tv di rumah, mereka tidak tahu ternyata yang meninggal itu adalah keluarganya. Kalau tidak ada tv masih ada telpon pintar yang bisa digunakan untuk mencari, melihat dan membaca berita.. Hmmm, tv gak boleh, ponsel boleh? Silahkan di pikir sendiri ajah ya.. Kecuali tv dan ponsel sama-sama tidak boleh, yaa kembali ke zaman purba dong...

Okey, untuk mengatasi pengaruh sinetron terhadap anak maka yang harus dilakukan oleh orang tua adalah dengan menemani anak-anak menonton dan memberikan arahan yang baik, mana yang perlu di tonton dan yang tidak. Jika anak-anak memaksa untuk menonton tayangan yang bukan dalam usia mereka, berilah pengertian kalau tontonan seperti itu jangan di tiru. Jika ada tayangan perkelahian, bimbinglah anak-anak untuk tidak berkelahi dan berilah alasan yang tepat kenapa tidak boleh berkelahi. Jika anak tetap memaksa bertanya, kenapa di tv berkelahi? Beritahu anak-anak itu hanyalah hiburan dan juga beri pernyataan dengan kisah nyata kalau berkelahi itu bisa dilakukan secara langsung namun dampak dari berkelahi itu sangat jelek, sakit dan tidak menyenangkan serta mengakibatkan permusuhan dan hilangnya persaudaraan. Begitu juga dengan tayangan-tayangan lainnya, dampinga anak jika melihat televisi dan jangan biarkan mereka dikuasai oleh televisi dan isinya. Dan yang paling penting adalah, orang tua jangan menunjukkan sikap yang negatif terhadap tayangan yang dilihat, misalnya "saya benci artis itu..", "saya takut..", dll maka anak pun juga akan ikut-ikutan.. so be smart mother.. :)

Kesimpulannya adalah pengaruh sinetron terhadap tumbuh kembang dan perilaku anak adalah ada pengaruhnya namun semua itu tergantung dari bimbingan orang tua dalam mengarahkan apa yang dilihat dan diketahui oleh anak dalam menonton sinetron tersebut. Semoga bermanfaat
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar