Saturday, September 26, 2015

Tips Cerdas Kembangkan Bakat Anak Sejak Usia Balita

Tips Cerdas Kembangkan Bakat Anak Sejak Usia Balita - Terkadang orang tua diliputi rasa cemas ketika melihat pertumbuhan dan perkembangan anak yang semakin hari semakin tumbuh dengan cepat dan tanpa terasa anak-anak sudah menjadi remaja muda yang sudah bisa memilih dan menentukan keinginan mereka. Kecemasan yang dirasakan oleh orang tua ini bukan karena orang tua tidak mampu dalam memberikan kebutuhan sang anak tapi ketika anak sudah beranjak dewasa, mereka sudah bisa memilih dan menentukan sendiri cita-cita mereka dan orang tua yang baik tentu bisa memberikan saran dan masukan dalam memilih cita-cita anak sesuai dengan bakat yang mereka miliki sejak kecil. Dan sayangnnya tidak semua orang bisa mengarahkan dan memilihkan cita-cita anak sesuai dengan bakat yang mereka miliki

Tips Cerdas Kembangkan Bakat Anak Sejak Usia Balita

Ketika anak masih kecil atau bayi, tentu ada karakter khusus yang menonjol dari anak tersebut misalnya bagaimana mereka bermain, permainan apa yang lebih mereka sukai, dan bagaimana mereka memperlakukan permainan tersebut. Begitu juga ketika anak beranjak masa sekolah, orang tua yang baik dan penuh perhatian akan mengetahui bagaimana cara anak belajar, pelajaran apa saja yang mereka sukai, dan apa yang menonjol dari anak tersebut. Disinilah bakat anak mulai terlihat, ketika masih bayi dan ketika masa pra sekolah atau sudah masuk sekolah. Jika orang tua sudah mengetahui hal yang menonjol dari sang anak, maka orang tua akan lebih mudah dalam memberikan panduan untuk mengembangkan bakat anak tersebut dan cara ini juga akan lebih disukai oleh anak-anak karena memberikan peluang yang lebih banyak dalam meningkatkan apa yang menjadi keinginan dan bakatnya tersebut. Ingat bakat merupakan salah satu langkah dalam menentukan cita-cita anak kelak

Baca juga Rahasia anak berprestasi di Sekolah

Memang dalam membesarkan dan mendidik anak dibutuhkan kesabaran dan ketelitian yang baik, masih banyak orang tua yang kurang peduli terhadap tumbuh kembang anak, mereka hanya sibuk dengan urusan mereka sendiri dan membiarkan anak-anak berada dalam 'hak asuh' baby-sitter, padahal dengan menyerahkan segala urusan anak ke baby-sitter akan membuat orang tua semakin kuatir dan cemas loh. Kuatir dengan pekerjaan dan karirnya dan cemas dengan keadaan anak-anaknya. Selain itu orang tua tidak akan mengetahui seperti apa belajar anak, seperti apa cara bermain anak, dan bakat apa yang anak miliki. Jika pun orang tua mengetahuinya, kemungkinan besar karena sudah diberitahu oleh sang baby-sitter

Untuk itu mengasuh anak secara mandiri akan lebih membuat anak mendapatkan banyak perhatian dan orang tua juga akan lebih mengetahui tumbuh kembang anak serta menjadikan orang tua sebagai role-model dalam mengembangkan kemampuan serta bakat anak

Memperhatikan Bakat Anak
Seperti yang telah saya sebutkan diatas, dengan mengasuh dan merawat anak secara mandiri tanpa adanya bantuan dari baby-sitter atau 'menitipkan' anak ke neneknya maka orang tua akan bisa melihat dan mengetahui secara pasti dan tepat akan perubahan yang terjadi pada tumbuh kembang anak. Begitu juga dalam menentukan bakat anak. Kapan orang tua bisa menentukan, menebak, atau mengidentifikasi bakat anak? Meskipun tudak langsung menampakkan bakat yang dimiliki, memperhatikan bakat anak dimulai sejak usia dini atau bayi adalah wajib dilakukan, hal ini berfungsi dalam mengarahkan dan menentukan bakat yang benar-benar dimiliki. Caranya? Semakin tumbuh dan berkembang, anak secara otomatis akan menunjukkan tanda-tanda kemampuannya pada usia tertentu, perhatikan ketika anak usia 1 tahun dengan usia 3 tahun, apa yang menonjol dari kemampuan sang anak; menulis, membaca, menggambar, bernyanyi, berjoget, mengaji, membangun dan merangkai, atau selama masa tumbuh kembang anak hanya diam saja? Bagaimana dengan anak yang hanya diam atau tidak menampakkan tanda-tanda atau perubahan dari tumbuh kembangnya tersebut?

Jika anak hanya diam saja, itu bukan menandakan anak tidak memiliki kemampuan atau bakat tapi dengan diam anak bisa saja memiliki pemikiran yang tidak bisa diketahui oleh orang tuanya dan sebagai orang, lakukan pendekatan yang baik kepada anak dengan cara menceritakan hal-hal yang mendorong anak untuk mengungkapkan apa yang dia rasakan dan apa yang dia pendam. Sebagai orang tua pasti mampu melakukan hal tersebut. Atau cobalah bertanya seperti ini " Adek, permainannya adek sudah banyak ya, kira-kira permainan apalagi ya yang belum adek miliki?" Jika anak mengungkapkan dan menginginkan suatu benda atau mainan yang belum dimiliki dan anak merasa senang setelah memiliki mainan tersebut maka kemungkinan besar bakat anak berhubungan dengan mainan tersebut. Atau orang tua bisa mengajak ke objek wisata yang bisa membuat anak mendapatkan ide dan imajinasi mereka dalam bermain "Adek, kemarin adek senang tidak bepergian ke kebun binatang? Bulan depan adek mau kemana lagi?" Dengan mengajak anak bepergian dan memilih lokasi wisata yang mereka senangi maka anak bisa menemukan apa yang menjadi keinginannya

Pada usia berapa anak bisa mengeluarkan bakatnya? Seperti yang telah saya sebutkan diatas, tiap tingkatan usia anak cenderung memiliki perubahan dalam tumbuh kembangnya. Namun sejak usia dini anak pasti memiliki bakat yang dimiliki dan sampai pada usia 6 tahun perubahan anak mulai terlihat tapi masih banyak dipengaruhi oleh faktor luar yang membuat bakatnya cenderung berubah. Hingga usia 12 tahun bakat anak mulai benar-benar terlihat

Menerima Bakat Anak
Apa yang dilakukan orang tua ketika melihat dan mengetahui kalau bakat anak tidak tidak sesuai dengan keinginan dan harapan orang tua? Kecewa? Tentu, namun anak akan lebih kecewa jika orang tua menolak dan menerima apa yang telah menjadi pilihan anak. Namun jika bakat anak menyimpang, orang tua boleh memberikan saran dan masukan kepada sang anak. Jadi apapun pilihan anak jika itu masih dalam batas kewajaran dan bisa membantu anak menjadi yang terbaik bagi dirinya dan keluarga, tidak ada salahnya jika orang tua menyikapinya dengan baik dan bijak bukan dengan melarangnya

Bakat Pilihan
Masih juga kecewa dengan bakat yang mendorong munculnya cita-cita sang anak? Cobalah berikan pilihan sejak dini, bakat anak muncul karena beberapa faktor, misalnya dari genetik orang tua dan dari pola bermain anak. Jika bakat orang tua menggambar maka anak cenderung akan melakukan hal yang sama namun semua itu bisa diarahkan ke bakat yang lainnya sesuai dengan pola dan tumbuh kembang sang anak dalam bermain dab belajar

Kembangkan Bakat Anak Dengan Latihan
Orang tua adalah supporter terdekat yang selalu siap mendorong dan mensupport anak, berikan dorongan dan support untuk menumbuhkan bakat anak secara optimal dengan memberikan latihan atau mengikuti berbagai lomba untuk menunjukkan prestasi dari bakat yang dimiliki oleh sang anak. Dengan melakukan cara tersebut maka bakat anak akan selalu terasah dan mewujudkan cita-citanya kelak sesuai dengan bakat yang dimilikinya

Itulah beberapa tips cerdas kembangkan bakat anak sejak usia dini dan orang tua memiliki peranan penting dalam mewujudkan bakat anak tersebut, karena selain sebagai orang tua untuk anak dalam mengasuh dan merawat, orang tua juga berperan sebagai guru dalam memberikan pendidikan dan sebagai teman dalam bermain. Semoga bermanfaat

Artikel Terkait : Tips Cerdas Kembangkan Bakat Anak Sejak Usia Balita