Anak Susah Makan, Bagaimana Jadi Anak Sehat?

Anak Susah Makan, Bagaimana Jadi Anak Sehat?

Anak Susah Makan, Bagaimana Jadi Anak Sehat?

Anak susah makan, bagaimana mau jadi anak sehat? Itulah sekilas pertanyaan dari kegundahan orang tua melihat anak-anak mereka tidak tumbuh dengan sehat dan baik. Anak adalah anugerah terbesar dan terindah yang wajib disyukuri oleh orang tua, anak adalah satu-satu yang menjadi kebahagian orang tua di bumi ini, tak ada kebahagian selain bersama anak-anak. Anak sehat, anak cerdas adalah dambaan seluruh orang tua, tidak ada orang tua yang menginginkan anaknya selalu sakit-sakitan, tidak ada orang tua yang ingin melihat anak-anaknya lambat dalam berpikir, kurang cerdas dan tidak pintar. Bahkan segala cara dilakukan oleh orang tua agar anak-anak mereka menjadi anak yang berguna bagi dirinya kelak dan bagi nusa dan bangsa. Pasti semuanya menginginkan yang terbaik namun kegundahan orang tua muncul ketika anak susah makan, bagaimana anak saya jadi sehat kalau susah makan?

Anak Susah Makan Bagaimana Jadi Anak Sehat

Ada beberapa faktor yang menyebabkan anak susah makan, misalnya karena sering terlalu banyak bermain, kondisi fisik, menu makanan yang membosankan, atau suasana atau tempat makan yang kurang atau tidak menyenangkan sehingga membuat nafsu anak menurun. Jika kondisi seperti itu selalu dialami oleh anak-anak maka anak akan menjadi susah makan. Dan berikut penjelasan dari beberapa faktor yang menyebabkan anak susah makan:

Terlalu Banyak Bermain
Masa anak-anak adalah masa yang paling menyenangkan, mereka selalu ceria dan tidak akan mau tahu urusan orang tua, yang ada dipikiran mereka adalah senang-senang dan bermain. Bahkan saking senangnya, cara mereka mengekspresikan pun sangat unik, ada yang meniru orang tuanya seperti memasak dan sehingga mereka mengaplikasikannya bersama teman-teman bermain mereka dengan main masak-masakan. Bermain adalah salah satu aktifitas terbesar yang anak-anak lakukan dan sebagian orang tua cenderung membiarkan anak-anak mereka bermain seharian. Sehingga jika anak terlalu banyak main, mereka akan lupa segalanya termasuk lupa untuk makan dan asupan gizi yang seharusnya seimbang mereka dapatkan jadi berkurang. Jika gizi sudah berkurang maka anak akan tidak jadi sehat

Penyebab Susah Makan
Selain terlalu banyak bermain yang menjadi penyebab anak susah makan, anak sakit, perubahan pola makan dan masalah psikologis juga merupakan faktor utama yang menyebabkan anak susah makan. Untuk itu, sebagai orang tua perhatikan selalu kondisi anak Anda. Pemenuhan gizi atau asupan makan pada anak berbeda dengan orang tua, anak kapan bisa saja minta makan karena akan memang memerlukan banyak gizi untuk proses pertumbuhannya, untuk itu aturlah pola makan anak agar tidak menyebabkan anak bosa jika pola makan yang mereka dapatkan tidak sesuai dengan keinginannya

Baca juga Agar Anak Tumbuh Sehat

Variasi Menu Makanan
Mungkin sebagian besar keluarga dan orang tua tidak bisa membuat variasi menu makanan dalam setiap harinya, karena terkendala keuangan, apalagi untuk saat ini harga pokok kebutuhan keluarga dan anak-anak sangat mahal. Sebenarnya menyediakan variasi menu makanan setiap hari tidak lah selalu mahal, yang penting dari bahan sederhana bisa menciptakan aneka menu masakan yang memiliki gizi yang seimbang dan kreatifitas orang tua sangat dibutuhkan oleh anak-anak mereka dalam membuat menu makanan yang selalu disenangi oleh anak-anak

Tempat Makan
Anak susah makan? Biasanya yang menyebabkan anak susah makan adalah karena tempat mereka untuk makan. Anak biasanya lebih senang makan di kamar keluarga sambil nonton televisi, anak juga lebih senang makan saat mereka sedang bermain. Untuk itu sebagai orang tua, lakukan lah apa yang menurut anak Anda sukai selama itu baik untuk tumbuh kembang mereka dan tidak menjadikan anak susah makan. Namun jangan biasakan yaaa, kalau 2- 3 x masih tidak apa-apa yang penting setelah itu nasihat orang tua kepada anak sangat diperlukan dan jangan terlalu memaksakan anak

Itulah beberapa faktor penyebab anak susah makan yang sebenarnya mudah dipahami oleh orang tua, karena apa yang dialami oleh anak, juga dirasakan oleh orang tua
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar